World Cleanup Day (WDC) 2019 di Kabupaten Mandailing Natal

Diskominfo – Madina. Asisten I Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Alamul Haq, SH mewakili Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal peringati Event  World Cleanup Day (WCD) 2019 wilayah Kabupaten Mandailing Natal. Sabtu (21/09/2019)

Acara World Cleanup Day (WCD) atau gerakan bersih-bersih terbesar di dunia yang terbagi di beberapa titik lokasi di Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal yaitu titik pertama, di Daerah Pasar Lama Panyabungan. Titik kedua, Pasar Baru Panyabungan dan titik terahir Jalan Lintas Timur. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Kecamatan yang ada di Kabupaten Mandailing Natal dan serentak di laksanakan di seluruh dunia yang terdiri dari 157 negara.

Kegiatan World Cleanup Day (WDC) 2019 di Kabupaten Mandailing Natal dimulai dari halaman Kantor Danramil 13/Panyabungan yang diikuti oleh Para Asisten di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, Staf Ahli di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, Para Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, Forkopimda dan Para Pelajar serta masyarakat.

Menurut sumber https://en.wikipedia.org/wiki/World_Cleanup_Day, 

World Cleanup Day (aka WCD) adalah program aksi sosial global yang bertujuan memerangi masalah limbah padat global, termasuk masalah puing-puing laut. Hari Pembersihan Dunia dirayakan dengan kegiatan pembersihan sampah dan pemetaan limbah yang mencakup setiap zona waktu. Acara pembersihan lingkungan diadakan di hampir setiap negara. Hari Pembersihan Dunia 2019 akan diadakan pada Sabtu ketiga September dan bertepatan pada 2019 dengan Hari Perdamaian dan pemogokan iklim global (20-27 September). Upaya pembersihan global telah ada dalam berbagai bentuk sepanjang sejarah manusia, terutama setelah bencana yang meluas seperti gempa bumi, banjir, dan tsunami yang dahsyat. 

Dalam sejarah modern, upaya ini biasanya dilakukan oleh masyarakat yang terkena dampak, dengan dukungan dari berbagai organisasi internasional dan LSM, seperti Palang Merah, Oxfam, dan organisasi bantuan lainnya tetapi biasanya di zona pasca konflik. Mereka termasuk upaya untuk menghapus ranjau darat, pembersihan pantai, dan tindakan kota dan non-pemerintah lainnya.

Hari Pembersihan Dunia adalah jaringan terdesentralisasi, yang terbuat dari berbagai upaya akar rumput. Salah satu penyelenggara upaya pembersihan global terbesar adalah Let’s Do It! Dunia. Didirikan di Estonia, organisasi ini berhasil mengerahkan lebih dari 50.000 sukarelawan untuk upaya pembersihan satu hari di seluruh negara yang menghasilkan penghapusan 10.000 ton limbah ilegal. Tindakan Estonia, yang disebut Let’s Do It 2008 muncul sebagai model global, menyebar secara global sesudahnya. JCI adalah mitra organisasi terbesar yang membantu memaksimalkan jangkauan aksi pertama di seluruh dunia pada tahun 2018. Saat ini, gerakan ini telah berkembang menjadi jaringan 169 negara dan wilayah. Selama Hari Pembersihan Dunia 2018, 157 negara dan wilayah berpartisipasi dengan 17,8 juta orang yang dilaporkan. Diperkirakan lebih dari 82280 ton sampah dikumpulkan di seluruh dunia.

 

Tim Redaksi