Pelaksanaan Rembuk Stunting di Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2020

DISKOMINFO-MADINA. Dalam rangka mendukung upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Mandailing Natal, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mandailing Natal bekerjasama menggelar rembuk stunting tahun 2020 di Aula Bupati Mandailing Natal. Senin (22/6/2020).

Rembuk stunting yang mengambil tema “Aksi konvergensi pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Mandailing Natal” ini dibuka oleh Bupati Mandailing Natal yang diwakili oleh Sekda Kabupaten Mandailing Natal dan dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Mandailing Natal, para asisten, staf ahli, kepala OPD, camat, kepala puskesmas, kepala desa, dengan narasumber Rosidah (Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara), Gayuh Tri Upayani, Rizal Efendi (Regional 1 Medan).


Stunting merupakan gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan anak. Anak stunting cenderung lebih kerdil dibanding anak seusianya. Penyebab stunting antara lain pengasuhan yang tidak baik terbatasnya layanan kesehatan, dan pembelajaran dini yang kurang berkualitas, serta kurangnya makanan bergizi, sanitasi bersih, air bersih di lingkungan masing-masing.

Pada tahun 2019 Mandailing Natal memiliki angka stunting diatas 30%, akibatnya pada tahun 2020 Kabupaten Mandailing Natal ditetapkan sebagai lokus stunting.

Bupati melalui sekda mengajak kepada semua pihak untuk mensukseskan program ini untuk mewujudkan Kabupaten Mandailing Natal bebas dari stunting dimulai dari pendekatan keluarga.

“Kepada para OPD dan camat memfokuskan program ataupun kegiatan yang berkaitan dengan stunting sesuai dengan tupoksi.” himbau Sekda.