Musa Idishah Habiskan Waktu Perjalanan 4 Hari

Musa Idishah Habiskan Waktu Perjalanan 4 HariPanyabungan – Setelah menghabiskan waktu selama empat hari ditengah hutan, Musa Idishah yang akrab dipanggil Dodi selaku Direktur PT. Anugerah Langkat Makmur salah satu perkebunan di Madina bersama tim tiba dengan selamat di Desa Lubuk Kapundung Kecamatan Muara Batang Gadis pada hari Sabtu 3 Oktober 2015.

Dodi bersama tim melakukan start keberangkatan dari Salasiak Tabuyung pada Rabu 30 September menuju Desa Lubuk Kapundung wilayah Sulang Aling dengan menggunakan empat kenderaan mobil doble gardan yang membutuhkan waktu selama empat hari. Pria bertubuh besar tersebut setibanya disambut langsung oleh Bupati Madina Dahlan Hasan bersama Ratusan masyarakat.

“Saya bersama tim selama diperjalanan telah melalui tantangan serta rintangan yang cukup berat untuk dapat sampai di Desa Lubuk Kapundung baik jurang yang lumayan banyak dan kendala jalan yang sama sekali tidak pernah dilalui manusia,” kata Dodi.

“Meskipun jarak dari jalan raya Desa Tabuyung ke Desa Lubuk Kapundung hanya sekitar puluhan kilometer tidak lah mudah untuk melaluinya sehingga kami telah menghabiskan waktu selama empat hari di dalam hutan belantara,” katanya.

Sementara Bupati Madina Dahlan Hasan mengucapkan selamat dan terima kasih kepada Direktur PT. ALAM tersebut yang telah peduli akan nasib masyarakat sehingga bersedia bekerjasama dengan Pemerintah untuk pembukaan infrastruktur jalan yang sudah puluhan tahun tertutup kembali setelah ditinggalkan oleh beberapa pihak perusahaan sebelumnya.

Masih banyak masyarakat yang baru pertama kali dapat melihat mobil secara langsung hal ini pastinya sangat memprihatinkan. Dahlan Hasan mengucapkan terima kasih kepada pria bertubuh besar tersebut dan mengharapkan do’a masyarakat untuk keberhasilan pembukaan infrastruktur jalan yang akan dapat mensejahterakan kehidupan dan perekonomian masyarakat setempat khususnya.

“Adapun tujuan perjalanan yang ditempuh pengusaha muda tersebut tidak lain telah membantu pemerintah sehingga tidak lagi mengeluarkan dana survei jalan yang pastinya akan membutuhkan biaya ratusan juta rupiah,” kata Dahlan.

“Selain dana kita juga telah terbantu yang hanya akan menerima peta dan gambar titik kordinat untuk pembangunan jalan darat dari Dodi bersama tim yang telah menggunakan peralatan lengkap,” tambahnya.

“Saya bersama Dodi dan tim dalam waktu secepat mungkin akan berupaya mengharapkan perhatian dari Pemerintah Pusat dan Provinsi sehingga nantinya empat desa yang ada akan merdeka kembali,” kata Dahlan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.