Jangan Jadikan Aek Sijornih Jadi Tempat Maksiat

JANGAN JADIKAN Objek Wisata Aek Sijornih Jadi Tempat MaksiatTAPSEL, WOL – Di samping adanya pungutan liar terhadap wisatawan, lokasi objek Wisata Alam Aek Sijornih, Silaiya, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) banyak ditemukan pondok mesum.

Pantauan di lapangan, di puncak bukit Aek Sijornih yang berjarak hanya beberapa ratus meter dari jembatan penyeberangan (pintu masuk), terlihat puluhan pondok-pondok (gubuk) berukuran antara 1×1,5 meter sampai 2×2 meter. Gubuk-gubuk kecil mirip kandang ternak tersebut disiapkan oleh pemilik warung yang berjualan untuk para pengunjung, khususnya pasangan non suami-istri.

Untuk menarik minat pengunjung masuk dalam gubuk, tertulis di dinding pondok mesum ‘gubuk ini gratis’. Namun sebagian memasukkan sewa gubuk ke dalam bil makanan yang dipesan. Diketahui, penyediaan gubuk ini sudah berlangsung lama.

Keluarga yang berwisata untuk menikmati keindahan alam dan kejernihan Aek Sijornih merasa risih saat melintasi pondok-pondok mesum yang terletak di kiri kanan jalan mennuju tempat pemandian, sebagaimana diungkapkan Yeni, warga Padangsidimpuan.

“Inilah yang merusak mental dan moral generasi muda,” kata Yeni mewakili pengunjung lainnya di objek wisata tersebut baru-baru ini.

Menurutnya, keberadaan pondok-pondok berbau mesum harus ditertibkan agar objek pariwisata alam Aek Sijornih tidak dinodai dengan hal-hal yang negatif. Haris, pengunjung lainnya, menilai maraknya pondok berbau mesum karena ada proses pembiaran dari pihak terkait, termasuk Pemda Tapanuli Selatan.

“Rata rata pemilik pondok tersebut warga sekitar objek wisata, sehingga masyarakat setempat pun enggan untuk menegurnya,” ungkap Haris. (wol/aa/waspada/data2)

Sumber: waspada.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published.