WARGA BINAAN LAPAS KELAS II-B PANYABUNGAN MENDAPAT REMISI HUT RI KE-74

DISKOMINFO MADINA – Sebanyak 376 Warga Binaan Lapas Klas IIB Panyabungan menerima remisi HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74 tahun 2019.

Upacara penyerahan Remisi di laksankan di Aula Lapas Kelas II-B Panyabungan, Sabtu (17/98/2019) yang di hadiri Kalapas Panyabungan Indra Kesumah, Ketua DPRD Madina H.Marganti Batubara, Kepala BNN AKBP Ramlan SH.MH, Plt Sekda Madina Drs. Syahnan Batubara, MM, Ketua Pengadilan Negeri Panyabungan Deny Riswanto Ketua Pengadilan Agama Yunadi S.Ag, Kapolsek Panyabungan AKP Andi Gustawi, TNI dan para pimpinan Opd.

Sesuai Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: PAS-996.PK.01.01.02 tahun 2019 Warga Binaan yang mendapat remisi sebanyak 376 orang, 8 diantaranya bebas dengan rincian 6 bebas murni,2 masih menjalani Subsider.

Kalapas Panyabungan, Indra Kesumah mengatakan sesusai Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor: PAS-996.PK.01.01.02 tahun 2019 Warga Binaan yang mendapat remisi sebanyak 376 orang, 8 diantaranya bebas dengan rincian 6 bebas murni,2 masih menjalani Subsider.

Dari 527 orang jumlah Warga Binaan yang ada di Lapas Kelas II-B Panyabungan, sebanyak 477 orang telah di usulkan ke Kementerian Hukum dan HAM RI untuk mendapat remisi Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 74 tahun 2019, dan yang berhasil mendapat remisi sebanyak 376 orang. Lanjut Kalapas.

Pemberian remisi ini diatur dalam UU RI No.12 Tahun 1995 Tentang Pemasyarakatan. Keputusan presiden RI nomor 174 tahun 1999. Remisi merupakan pengurangan masa pidana kepada narapida yang telah menehui syarat.

Kalapas yang akrab dipanggil Indra ini menjelaskan, Syarat tersebut berupa berkelakuan baik, telah menjalani masa tahan lebih dari enam bulan. Dan untuk remisi yang di berikan 1 bulan sampai 6 bulan.

Dalam upacara penyerahan Remisi ini juga dibacakan pidato Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H. Laoly oleh Ketua Pengadilan Negeri Panyabungan Deny Riswanto, dalam isi pidatonya Menteri Hukum dan HAM berharap pemberian remisi tidak hanya dimaknai sebagai pemberian hak WBP.

Dan Melalui pemberian remisi ini diharapkan seluruh WBP selalu patuh dan taat kepada hukum atau norma yang ada sebagai bentuk tanggung jawab kepada Tuhan YME maupun sesama manusia.

Tim Redaksi