Berita Madina

Upaya Masyarakat Mandailing Menjadi Duta Budaya di Malaysia

Pagelaran Malam Mandailing Malaysia (MMM) Upaya Masyarakat Mandailing Menjadi Duta Budaya di MalaysiaSHAH ALAM, MALAYSIA – Dalam upaya menjaga dan megembangkan budaya Sumut, masyarakat Mandaling yang tinggal di Malaysia akan melakukan pagelaran seni dan budaya “Malam Mandailing Malaysia (MMM)” di Malaysia 30 Juli mendatang.

Hal ini dilakukan untuk menyatukan masyarakat Mandailing yang berada di sana, dan menjaga budaya Mandailing yang sudah lama eksis, dan memiliki sejarah panjang dalam pembangunan Kuala Lumpur.

Sejarah mengatakan, bahwa dulunya orang Mandailing pernah menjadi Raja di salah satu negara bagian di Malaysia. Lama-kelamaan, karena tidak mengetahui warisan budayanya, mereka lupa dan pupus. Bahkan proses pendiri Kota Kuala Lumpur, salah satunya diprakarsai oleh orang Mandailing, Sutan Kuaso marga Harahap atau nama China-nya Yap Kuan Sing dan menjadi satu nama jalan di pusat Kota Kuala Lumpur.

Dilansir dari Wikipedia, banyak marga batak Mandailing yang biasa dikenali di Malaysia, diantaranya Lubis, Nasution, Harahap, Siregar, Hasibuan, dan Batubara. Namun kini pemakaian marga pada nama orang Mandailing di Malaysia sudah semakin berkurang dan mulai pupus.

Karena kebanyakan dari mereka sudah tidak begitu memahami tradisi dan asal usul keturunan, atau menghilangkan identitas Mandailing karena faktor-faktor tertentu, misal faktor perkawinan.

Pagelaran MMM yang digagas oleh “Persatuan Saroha Malaysia” itu akan menjadi momentum reflektif (historis), dalam upaya memelihara seni budaya bangsa Indonesia, sebagai bagian dari identitas sosial masyarakat Mandailing.

Pelaksanaan acara itu juga memiliki potensi yang besar untuk memperkokoh persaudaraan di antara bangsa Malaysia dan Indonesia. Dalam hal ini, masyarakat Mandailing yang ada di Malaysia diharap mampu menjadi duta budaya untuk mendialogkan kesamaan akar budaya kedua negara. Hingga dapat mempererat kerjasama kedua negara di bidang kebudayaan.

Dengan demikian, kesadaran akan pentingnya seni dan budaya Mandaling harus terus ditanamkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, baik yang ada di Mandailing (Tabagsel) sendiri, maupun mereka yang sudah lama tinggal di Malaysia. Upaya ini juga harus didukung dari berbagai pihak; tokoh masyarakat, tokoh adat, pemerhati budaya, elit politik, serta pemerintah. (rhr)

Sumber: sumutmantap.com

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *