Sosialisasi dan Koordinasi Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik di Kabupaten Mandailing Natal

Diskominfo – Madina. Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal dan Balai Bahasa Sumatera Utara mengadakan “Sosialisasi Penggunaan Bahasa di Ruang Publik” yang dilaksanakan di Aula SMP Negeri 1 Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal. Kamis (26/09/2019)

Asisten II Bagian Perekonomian dan Pembangunan dan SDA, Drs. Mhd. Syafe’i Lubis, M.Si, Kepala Balai Bahasa, Sumut Syaifuddin Juhri Harahap dan Tim, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal, Jamilah Harahap, SH, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal. Aula SMP Negeri 1 Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal. Kamis (26/09/2019)

Para peserta Sosialisasi dan Koordinasi Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik Aula SMP Negeri 1 Panyabungan Kabupaten Mandailing Natal. Kamis (26/09/2019)


Sosialisasi ini turut di Hadiri oleh Asisten II Bagian Perekonomian dan Pembangunan dan SDA, Drs. Mhd. Syafe’i Lubis, M.Si, Kepala Balai Bahasa, Sumut Syaifuddin Juhri Harahap dan Tim, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal, Jamilah Harahap, SH, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, Para Camat di Kabupaten Mandailing Natal, Kepala Sekolah di Kabupaten Mandailing Natal, Pengawas Sekolah di Kabupaten Mandailing Natal.

Slogan Utama penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik “Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, Kuasai Bahasa Asing”.

Dalam memperbaiki bahasa yang di tetapkan oleh Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia dan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 8 tahun 2017 tentang Pengutamaan Bahasa Indonesia dan Perlindungan Bahasa Daerah dan Sastra Daerah.

Langkah awal perbaikan Tata Bahasa dan Literasi Bahasa yang akan diambil oleh Balai Bahasa Sumatera Utara meliputi Kelembagaan, Aula, Kearifan Lokal, Bagas Godang, Sarana Umum tempat Parkir, Mesjid, Petunjuk Arah dan yang lain.

Secara Khusus Asisten II menyampaikan Kepada Instansi terkait untuk melakukan Diskusi dengan Ahli Tata Bahasa, Kalangan Intelektual, Camat, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan Para Kepala Sekolah terkait dengan Penggunaan Bahasa Indonesia di Ruang Publik yang sesuai dengan “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia”.

Tim Redaksi