Sensus Penduduk 2020, Menuju Satu Data Kependudukan Indonesia

Diskominfo – Madina. Sensus Penduduk 2020 (SP2020) merupakan sensus penduduk yang ke-7. Dasar Hukum pelaksanaan SP2020:

  1. UU No.16 Tahun 1997 tentang statistik
  2. PP No.51 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan statistik

Metode sensus rekomendasi PBB yaitu Metode kombinasi yaitu menggunakan data registrasi yang relevan dengan sensus yang kemudian dilengkapi dengan sampel survey.

Perbedaan antara metode tradisional dengan metode kombinasi.

Metode tradisional:

  1. Biaya mahal
  2. Perubahan komunitas yang sangat cepat
  3. Meningkatnya response burden
  4. Kesulitan dalam melakukan pencacahan secara langsung (meningkatnya mobilitas penduduk, adanya kelompok yang sulit dijangkau)
  5. Kualitas data register yang semakin baik

Motode kombinasi:

  1. Menggunakan dan mengombinasikan antara short form dan long form
  2. Melakukan rolling census
  3. Menggunakan internet-based self-enumeration
  4. Beralih ke register-based census

Proses bisnis SP2020:

  1. Koordinasi dan konsolidasi
  2. Penyiapan basis data dasar
  3. Sensus penduduk Online
  4. Penyusun daftar penduduk
  5. Pemeriksaan DP bersama ketua/pengurus SLS
  6. Ground check / verifikasi lapangan bersama pengurus SLS
  7. Pencacahan lapangan

Tahapan Pelaksanaan SP2020

  1. Sensus penduduk online yaitu penduduk melaksanakan sensus secara mandiri melalui : https://sensus.bps.go.id, dan evaluasi berkala sensus penduduk online. Sensus penduduk online dilaksanakan Bulan Februari – Maret 2020.
  2. Pencacahan sampel yaitu pengumpulan data dan informasi kependudukan dan perumahan untuk menghasilkan berbagai parameter demografi dan indikator sosial lainnya
  3. Sensus penduduk wawancara yaitu pemeriksaan daftar penduduk, verifikasi lapangan dan pencacahan lengkap. Dilaksanakan pada Bulan Juli 2020- Juli 2020

Tim Redaksi