Informasi

Seminar Peningkatan Produktivitas Komoditi Kopi Mandailing

Madina-Bapak Bupati Mandailing Natal Drs Dahlan Hasan Nasution bersama tim percepatan pembanungan daerah terus melakukan terobosan dalam rangka mempercepat pembangunan di Kabupaten Mandailing Natal dan membangkitkan perekonomian masyarakat.

Salah satu program mengangkat semangat ekonomi kerakyatan yang dilakukan Bapak Bupak adalah meningkatkan produktivitas komoditi Kopi Mandailing.

Hal itu disampaikan Bapak Bupati, Dahlan Hasan Nasution ketika menjadi salah satu narasumber dalam seminar nasional tentang ‘Strategi Kebijakan & Program Pengembangan Kopi Indonesia untuk Merespon Kebutuhan Agro-Industri Kopi Global’ yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta pada hari Rabu (8/8) kemarin.

Seminar nasional tersebut dihadiri langsung Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Bapak Darmin Nasution bersama sejumlah pakar dan peneliti kopi di tingkat nasional. pada kesempatan itu Bapak Bupati Dahlan Hasan Nasution satu-satunya kepala daerah yang menjadi narasumber, juga membawa beberapa pejabat di pemerintahan kabupaten Madina seperti kepala dinas pertanian, kepala dinas Pekerjaan Umum, termasuk juga Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Madina Sobir Lubis SH.
Dalam pemarapannya menerangkan, pengembangan komoditi Kopi Mandailing salah satu cara meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya di Kabupaten Madina yang selama ini sudah terpuruk dikarenakan nilai jual komoditi karet tidak seimbang dengan kebutuhan hidup masyarakat petani.

lahan untuk pengembangan kebun kopi Mandailing ini masih cukup tersedia yaitu sekitar 32 ribu hektar, yang sebagian besar masih berada di kawasan hutan. Untuk lahan cadangan yang berada di kawasan hutan tersebut, Bapak Bupati bersama tim juga sudah membicarakannya dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan belum lama ini di Jakarta.

Bapak Bupati juga mengungkapkan potensi pengembangan kopi Mandailing beserta hambatan, tantangan dan prospek ke depan, yang mana kajian tersebut menyimpulkan bahwa komoditi Kopi Mandailing salah satu solusi untuk memajukan ekonomi kerakyat.luas hamparan lahan yang bisa ditanami dalam rangka pengembangan kebun Kopi Mandailing ada di tiga zona. Pertama, kawasan gunung Kulabu di wilayah Kecamatan Pakantan dan Ulupungkut. Kemudian, kawasan pegunungan Sorik Marapi yang meliputi Kecamatan Puncak Sorik Marapi dan Kecamatan Batang Natal. Selanjutnya, di wilayah pegunungan Bukit Barisan yaitu di kawasan Aek Gorsing Desa Pagur Kecamatan Panyabungan Timur.

“Saat ini areal perkebunan kopi yang sudah produksi di Mandailing Natal ada sekitar 2.140 Ha. Sementara kita mempunyai lahan cadangan seluas 32 ribu Ha, tapi sebagian besar lahan tersebut masih berada dalam kawasan hutan. Dalam hal itu, kami sudah bermohon kepada Kementerian Lingkungan Hidup agar meninjau kembali status lahan dimaksud,

“Harapan kami lahan itu nanti akan dilepas menuju kawasan Agro Forestry dan pengembangannya berbasis konservasi yang mana fungsi hutan itu sendiri tidak diabaikan,” terang Dahlan.

Dalam kesempatan itu, Bapak Bupati Dahlan Hasan Nasution juga mengungkapkan, kawasan Tor Sihite yang cukup populer di tingkat nasional sebagai ladang ganja, Pemkab Mandailing Natal akan melakukan program alih fungsi lahan. Focus utamanya adalah pengembangan kawasan kopi dan holtikultura di ladang yang luasannya mencapai puluhan hektar itu.

Dalam kegiatan tersebut,Bapak Menko Perekonomian Darmin Nasution sebelum memberikan pengarahan, ia menyempatkan diri mencoba beberapa jenis kopi.

“Saya mau coba beberapa kopi, sepertinya menarik semua,” ujar Bapak Darmin sambil meninjau satu persatu stand pembuatan kopi di Hotel Borobudur, Jakarta. Bapak Darmin mencoba jenis kopi. Salah satunya kopi Arabika dari Mandailing, Sumatera Utara Bapak Darmin juga mengatakan, diskusi mengenai kopi sangat penting untuk dilakukan dalam mencari upaya pengembangan kopi. Mengingat, kebutuhan kopi terus meningkat dengan semakin tingginya minat masyarakat terhadap kopi.

“Acara diskusi ini menjadi penting karena membahas mengenai strategi kebijakan dan program pengembangan kopi untuk merespons kebutuhan kopi industri agrogobal. Mudah-mudahan bisa memberikan peran serta yang positif dalam acara diskusi nanti,” ujar dia.

Bapak Bupati juga Temui Menteri Perhubungan di kantor nya di jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Bapak Bupati menyampaikan berbagai prospek pembangunan di Kabupaten Madina, salah satunya adalah mengenai percepatan pembangunan bandara Bukit Malintang.

“Ada beberapa rangkaian kunjungan, yang tujuannya semua adalah untuk membangkitkan semangat perekonomian masyarakat kita di Madina. Pengembangan kawasan kopi Mandailing yang kita percayai salah satu solusi memajukan perekonomian di daerah. Apalagi selama ini harga karet sudah cukup lama anjlok.