Berita Madina

Sekda Madina Drs. M. Yusuf M.Si Buka Workshop Pengembangan Holtikultura

Sekda Madina Buka Workshop Pengembangan HoltikulturaPanyabungan, Sumut 23/1 – Pemerintah Kabupaten Mandailing natal (Pemkab Madina) bekerja sama dengan Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Pertanian Bogor (LPPM-IPB) di Aula Sekretariat Daerah Pemkab Madina, Jum’at.
 
“Bupati Mandailing Natal Drs. H. Dahlan Hasan Nasution melalui Sekretaris Daerah Madina Drs. M. Yusuf M.Si mengatakan bahwa kabupaten Madina merupakan daerah yang sangat potensial terhadap pengembangan tanaman holtikultura seperti bawang, cabe, kentang, dan lain sebagainya.
 
“Menurutnya usaha holtikultura merupakan salah satu sumber pendapatan bagi petani di Mandailing Natal.
 
“Sedangkan pengembangan tanaman holtikultura di Madina masih belum kompetitip. Hal ini disebabkan kurangnya ahli teknologi untuk para petani. Bahkan pelaksanaan pertaniannya yang masih tradisional, katanya.
 
“Harapannya sebagai upaya untuk memecahkan masalah tersebut pemkab Madina melakukan kerjasama dengan pihak institusi lembaga yang berkompeten bidang pertanian yaitu Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Pertanian Bogor (LPPM-IPB).
 
“Dimana kerjasama ini merupakan sebagai bentuk keseriusan pemkab Madina dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani. Dalam bentuk pemanfaatan hasil–hsil pertanian kedepan, katanya.
 
“Sekda Madina mengharapkan agar seluruh peserta workshop dapat mengikuti kegiatan dengan baik sampai dengan selesai. Sehingga dapat diterapkan di daerah masing–masing khususnya di Kabupaten Mandailing Natal, katanya.
 
“Pelaksanaan kegiatan workshop juga diikuti asisten II, Kadis Pertanain Taufik Zulhendra, Camat, Kepala Desa, serta para ketua dan pengurus HKTI, KTNA dan kelompok tani se Kabupaten Mandailing Natal.
 
“Sebelum pelaksanaan workshop terlebih dahulu dilakukan penandatanganan MOU oleh Sekda Madina Drs. M. Yusuf, Msi selaku mewakili bupati Madina Drs. H. Dahlan Hasan Nasution dengan Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Pertanian Bogor (LPPM-IPB) yang dimana pihak pertama dalam MOU tersebut Rektor IPB Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc.

Artikel yang Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *