Berita Madina

Pulang dari Rantau, Sukses di Budidaya Cabe

Pulang dari Rantau, Sukses di Budidaya CabeMUARASIPONGI – Pulang dati tanah rantau, Abdul Hamid berhasil dalam budidaya cabe di Desa Tanjung Larangan Kecamatan Muara Sipongi, Mandailing Natal.

Saat ini panen awal kebun cabe seluas ¼ hektar itu menghasilkan panen yang sangat memuaskan serta harga yang masih tinggi.

“Memang pada pertanaman cabe kita pada saat ini alhamdulilah masih bagus, hasilnya pun meskipun baru panen pertama juga sangat bagus,” kata Hamid kepada wartawan, Selasa sore (23/2).

Jumlah tanaman cabe yang dibudidayakan Abdul Hamid sejumlah 1.200 batang di hamparan sekitar ¼ hektar.

Di masa panen ini, dia berhasil mengumpul buah cabe sebanyak 2 ton dengan harga yang berada dikisaran Rp.32.000/ kg yang dijual kepada pedagang pengumpul.

“Panen perdana untuk satu batang itu bisa mencapai 1,5 hingga 3 kilo per batang, dimana hasil panen langsung dijemput oleh pedagang langsung ke lokasi kebun kita ini,” ujarnya.

Hamid yang pulang kampung dari rantau menceritakan bahwa kondisi alam di desa mereka sangat cocok untuk tanaman cabe atau tanaman holtikultura, karena ketinggian mencapai 800 meter diatas permukaan laut.

“Hasil panen cabe merah ini juga kualitasnya cukup bagus, sebab pernah saya simpan dalam drum selama 4 hari, ternyata kondisi cabe masih segar. Ini membuktikan kondisi tanah cocok untuk pertanaman cabe. Makanya setiap ada kesempatan berjumpa dengan masyarakat selalu kita ajak, apalagi mengingat harga karet alam saat ini  sangat rendah, tanaman cabe merah bisa menjadi solusinya,” ujarnya.

Hanya saja, dia berharap kepada pemerintah daerah agar mengutus penyuluh pertanian spesialis budidaya cabe untuk memberikan ilmu kepada petani di desa itu, terutama pendeteksian hama secara dini. Sebab, tanaman cabe sangat rentan terhadap hama.

Sumber: MandailingOnline.com

Artikel yang Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *