Berita Nasional

PNS Urus Rakyat Dari Lahir Sampai Meninggal

PNS Urus Rakyat Dari Lahir Sampai MeninggalSEMARANG – Mental pegawai negeri sipil (PNS) sebagai pelayan rakyat harus benar-benar ditumbuhkembangkan karena tugas utama pemerintah adalah mengurus rakyat secara maksimal. Pelayanan prima dari para PNS diharapkan mampu memunculkan kepuasan publik.

“Pemerintah itu tugasnya cuma satu. Ngurus rakyat mulai dari seseorang lahir sampai meninggal dunia. Bahkan, prenatal pun kita urus,” terang Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP pada acara Penyerahan SK Pengangkatan CPNS Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dari Formasi Umum dan Formasi Khusus Tahun 2014 di Ghradhika Bhakti Praja, Senin (27/4).

Dicontohkannya, pelayanan konkret yang dapat diberikan oleh CPNS dari formasi khusus dokter spesialis adalah melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi kehamilan ibu di Jawa Tengah. Upaya itu harus dilakukan karena Angka Kematian Ibu (AKI) di provinsi Jawa Tengah tergolong tinggi.

Dirinya menceritakan, saat melakukan kunjungan kerja ke Pekalongan, Ganjar mengapresiasi program kreatif tenaga medis Puskesmas Wiradesa. Mereka membuat Kantong Perkiraan Persalinan Puskesmas Wiradesa. Melalui program tersebut, para ibu yang mengalami gangguan kehamilan diberi ‘kartu merah’.

“Menarik. Mereka yang bermasalah akan dikasih kartu merah. Ini harus dipelototi. Memelototi adalah bagian dari melayani masyarakat,” jelasnya.

Ganjar berharap, 147 orang CPNS baik dari formasi umum maupun formasi khusus dokter spesialis, nantinya menggelorakan semangat untuk melayani rakyat. Bahkan, pelayanan prima ini harus diikuti dengan pemanfaatan teknologi.

“Kanal-kanal komunikasi adalah bumper pelayanan. Pemprov Jateng sudah membuka banyak kanal untuk memantau masyarakat secara efektif. Seperti SMS Center, Hotline Center, Laporgub hingga twitter,” bebernya

Sementara itu Sekda Provinsi Jawa Tengah Dr Ir Sri Puryono KS MP menerangkan 147 CPNS Provinsi Jawa Tengah yang menerima SK terdiri atas 50 orang golongan II dan 93 orang golongan III (formasi umum), serta empat orang dari formasi khusus dokter spesialis.

Sumber: Jatengprov.go.id

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *