Berita Nasional

Perencanaan Haji Tahun 2016 Dilakukan Lebih Awal

Perencanaan Haji Tahun 2016 Dilakukan Lebih AwalMakkah – Kuota haji Indonesia pada penyelenggaraan haji 2016 akan bertambah seiring adanya komitmen dari Pemerintah Saudi untuk memberikan tambahan kuota sebesar 20.000 orang. Angka sebesar itu merupakan akumulasi dari penambahan kuota 10.000 orang pada tahun ini dan tambahan 10.000 orang lagi setelah Presiden Joko Widodo bertemu penguasa Arab Saudi, Raja Salman.

Terkait itu, Kementerian Agama berupaya melakukan perencanaan penyelenggaraan haji tahun depan lebih awal dari tahun ini. Sebab, banyak aspek layanan yang perlu dipersiapkan lebih matang seiring bertambahnya kuota. Mulai dari layanan penerbangan, akomodasi, transportasi darat, katering, hingga kapasitas listrik di tempat konsentrasi jamaah haji.

Djamil menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan layanan pada setiap musim haji sebagai bagian dari program pembenahan penyelenggaraan haji yang digariskan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Meski, kata Djamil, setiap tahun kendala dan tantangan penyelenggaraan haji dapat berbeda-beda sesuai kondisi terkini.  

“Di Armina yang merupakan puncak haji, misalnya, udara terasa lebih panas mencapai 45 derajat celcius dengan kelembaban rata-rata 30 persen. Untuk meningkatkan kenyamanan ibadah, sudah ada perbaikan fasilitas yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Selain karpet yang berkualitas lebih baik dan tambahan minuman, terdapat fasilitas pendingin udara yang pada tahun sebelumnya tidak ada. Tahun depan, akan kita tingkatkan lagi fasilitasnya,” kata Abdul Djamil, di Daker Mekkah, Selasa (06/10).

Kementerian Agama akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia dan Muassasah agar penambahan kuota dapat dibarengi perbaikan kualitas layanan. Djamil menambahkan, peningkatan kualitas layanan itu salah satunya akan ditempuh dengan menambah jumlah petugas yang profesional dan berorientasi kepuasan layanan . Pada musim haji tahun ini, PPIH mengerahkan 3.447 orang yang terdiri dari petugas kloter sebanyak 1.876 orang, petugas non kloter 1.446 orang, dan petugas tambahan untuk bagasi dan katering sebanyak 124 orang.

“Seiring penambahan kuota, tentu diperlukan tambahan petugas yang dipilih melalui rekruitmen dan yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Djamil.

Melalui proses seleksi yang ketat, Djamil berharap pemerintah dapat melayani jamaah haji Indonesia sesuai amanat konstitusi. Selama ini, payung besar pelayanan jamaah haji mengacu pada Undang-undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah. Sedangkan perbaikan teknis pelayanannya diupayakan melalui kebijakan Menteri Agama berdasarkan masukan legislatif.  

Sumber: Kemenag.go.id

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *