Berita Madina

Perahu Kayu Transportasi Warga Desa Tertinggal

Perahu Kayu Transportasi Warga Desa TertinggalPanyabungan – Perahu kayu merupakan satu-satunya alat trasportasi masyarakat dan para pelajar di empat desa tertinggal wilayah Sulang Aling Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal.

Dalam kunjugan kerja Bupati Madina selama tiga hari sejak Sabtu 3 Oktober 2015 ke empat desa tertinggal yaitu Desa Hutarimbaru, Lubuk Kapundung I, Lubuk Kapundung II dan Desa Ranto Panjang banyak hal yang perlu diperhatikan dari pemerintah.

“Melihat kondisi anak-anak pelajar untuk menimba ilmu sangatlah memprihatinkan dan atas nama Bupati Madina secepatnya Saya akan membangun jembatan penghubung dari Desa Lubuk Kapundung ke Desa Ranto Panjang,” kata Dahlan.

“Bukan hanya Desa Lubuk Kapundung dan Ranto Panjang, jembatan penghubung Desa Hutarimbaru ke Desa Lubuk Kapundung juga akan segera kita bangun dimana semua desa tersebut dibatasi sungai Muara Parlampungan yang cukup lebar,” katanya.

Jika musim banjir datang maka anak-anak terpaksa akan libur sekolah sebab perahu kayu yang merupakan transportasi tradisional tidak mampu untuk menyeberangi sungai disebabkan derasnya arus Sungai.

Selain proses Pendidikan yang terhambat aktivitas masyarakat petani juga akan terhenti sebab satu-satunya yang akan dilalui tidak lain menyeberangi sungai tersebut. Alhamdulillah disamping menunggu proses pembangunan jembatan tersebut masyarakat keempat desa tersebut bersedia melakukan gotong royong untuk mengurangi jumlah biaya yang akan dibutuhkan.

“Selaku Bupati saya sangat mengharapakan perhatian dari Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk pembangunan di empat desa tertinggal yang belum Merdeka ini,” kata Dahlan ketika didamping beberapa staf dari Pekerjaan Umum Kabupaten Mandailing Natal.

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *