Berita Madina

Penutupan event Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2016

Penutupan PRSU 2016Penutupan event Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2016 yang digelar untuk ke 45 kalinya dilakukan secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Tengku Erry Nuradi, Senin (18/4) malam lalu.

Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial sebagai tuan rumah untuk penutupan New PRSU mengatakan, pihaknya bersama Yayasan PRSU menampilkan budaya tarian melayu guna menghibur para undangan yang hadir pada acara penutupan itu. ”Kita terus berkomitmen mempromosikan budaya seperti membuat buku makanan, kamus bahasa Melayu, tarian dan lainnya,” papar beliau.

Dari kegiatan selama satu bulan tersebut, pengunjung yang datang dilaporkan sebanyak 275.000 orang. Berdasarkan laporan Ketua Yayasan PRSU Nuzirwan B Lubis, dari 275.000 tersebut, terjadi kenaikan jumlah pengunjung yang datang sebesar 134.680 orang atau sekitar persen dari 2015 lalu, yakni 140.320 orang. Sementara untuk angka transaksi yang bersifat direct selling (penjualan langsung) di arean PRSU hingga malam ke 30 adalah sebesar Rp15.764.000.000.

“Sentuhan inovasi teknologi sebagai bagian dari upaya edukasi yang dilakukan PRSU kepada generasi muda dan akademisi ternyata mendapat respon positif, hal itu terbukti dengan lahirnya karya baru dalam ajang memperebutkan innovation awards,” ujar Nuzirwan.

Namun diakuinya, persoalan yang masih menjadi bahan kritikan masyarakat adalah pengaturan areal parkir dan jalur keluar masuk arus lalu lintas. Di mana perlu mendapat perhatian khusus pada pelaksanaan event PRSU tahun mendatang. Hal tersebut disampaikan Nuzirwan pada acara penutupan PRSU ke 45 oleh Pemko Tanjung Balai selaku tuan rumah.

Setiap tahunnya, lanjut Syahrial, Tanjung Balai juga melaksanakan pesta kerang dan lainnya sebagai wujud untuk mempromosikan kotanya tersebut ke negara tetangga. ”Dengan begitu, para wisatawan hadir ke Kota Tanjung Balai dan sekaligus bisa mempromosikan Danau Toba,” katanya.

Sementara Plt GUbernur Tengku Erry Nuradi mengajak semua pihak untuk membudayakan penggunaan produk lokal yang tujuannya untuk menguatkan pasar lokal. Menurutnya, ini adalah salah satu strategi jitu dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Kita harus mengakui bahwa promosi dagang dan investasi Sumut selama ini belum maksimal, karena keterbatasan di berbagai faktor. Akibatnya produk unggulan yang dihasilkan serta peluang investasi daerah masih banyak yang kurang dikenal sehingga kegiatan ekspor dan investasi juga belum optimal,” katanya.

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *