Berita Nasional

Pengamat LIPI Nilai Tepat Pemerintah Bentuk Badan Cyber Nasional

Pengamat LIPI Nilai Tepat Pemerintah Bentuk Badan Cyber NasionalJakarta – Pengamat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Aswin Sasongko menyatakan, perang cyber antar negara yang akhir-akhir ini semakin sering terjadi membuat Indonesia juga harus mengantisipasi jika terjadi situasi yang sama.

Aswin Sasongko, yang juga mantan Dirjen Aplikasi dan Indformatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menilai, rencana pemerintah membentuk Badan Cyber Nasional merupakan langkah tepat.

Ketahanan cyber kita lemah, ini perlu kita perkuat. Banyak sekali hal yang menunjukkan kelemahan dari mulai penggunaan website, data center kita dan sebagainya, Brazil, Rusia, India, China sekarang mulai meningkatkan keamanan mereka, kata Aswin, Jumat (9/1).

Aswin menyebut, dari segi ilmiah normal sekali kalau Indonesia juga harus melihat trend global meningkatkan pola keamanannya dengan mulai mengamankan cyber security nasionalnya. “Cara seperti apa, tentu setiap negara punya cara sendiri-sendiri,” paparnya.

Menurut Aswin, sumber daya manusia Indonesia untuk sektor informasi teknologi tidak perlu diragukan. Bahkan, dirinya optimtistis Badan Cyber Nasional tidak akan sulit mencari para ahli.

Kemampuan IT Indonesia itu sebenarnya cukup besar cuma mungkin orang-orangnya tersebar di berbagai tempat, itu bisa dilihat dari program-program yang sudah ada. Indonesia ini negara yang mampu membuat sistem IT untuk pesawat. Indonesia juga salah satu negara yang sanggup melaksanakan sistem IT, sistem komputer untuk alutsista. Begitu pemerintah melaksanakan suatu program tertentu, dikonsentrasikan maka ahli-ahlinya tingga dipanggil saja, ujarnya.

Namun, Aswin mengingatkan, kebijakan tepat dari pemerintah dibutuhkan sebelum Badan Cyber Nasional dibentuk. “Policy nasional mengenai IT ini harus ditentukan dulu, mau seaman apa, mau seperti apa, obyek-obyek mana yang harus dilindungi dari segi cyber security, data mana yang penting, data mana yang tidak penting. Bagaimana approve kita untuk melindungi data-data penting kita, melaksanakan policy tersebut. Jangan sampai bikin badan tanpa ada policy,” kata Aswin.

Pemerintah mengakui, sebagai negara kepulauan, tidak mungkin pertahanan dilakukan hanya secara konvensional mengandalkan pasukan TNI di perbatasan, sehingga pertahanan melalui cyber sangat dibutuhkan.

Sumber: Kominfo.go.id

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *