Berita Madina

PEMANFAATAN INFORMATION COMMUNICATION TECHNOLOGY DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MANDAILING NATAL SUDAH MULAI MENAMPAKKAN DIRI

Satu lagi : “Layanan Cepat Akses Info Ketenagakerjaan Melalui Kios 3in1”.

Panyabungan, 22 September 2017.

Penerapan Information Communication Technology (ICT) atau Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) pada pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sangat membantu dan sangat bermanfaat terutama pada persoalan efisiensi dan efektifitas, baik dalam mekanisme pemakaiannya maupun dalam pelayanan kepada masyarakat lebih-lebih dalam hal penyebarluasan informasi.  Sebagai salah satu contoh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mandailing Natal yang saat ini dipimpin Drs. Zulham Syahputra (Plt. Kepala Dinas) dengan Tugas Pokok dan Fungsinya sebagai penyedia informasi lapangan kerja bagi masyarakat pencari kerja Mandailing Natal telah menerapkan fasilitas TIK yaitu aplikasi untuk para pencari kerja yang difungsikan sebagai layanan cepat akses info ketenegakerjaan yaitu aplikasi KIOS 3in1.  Informasi dapat dilihat dan diakses tanpa harus bertatap muka antara pencari kerja dengan pemberi pekerjaan, dan sebelum penempatan, pencari kerja dimudahkan untuk melakukan pelatihan dan sertifikasi terlebih dahulu.

Rabu, tanggal 20 September 2017, Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja mengundang Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mandailing Natal via telepon seluler untuk berkunjung dan melihat langsung demontrasi aplikasi Kios 3in1 berbasis web. Tiga manfaat dikemas dalam 1 (satu) aplikasi.  Aplikasi ini diadopsi dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia – Direktorat Bina Kelembagaan Pelatihan Ditjen Binalattas.  Aplikasi ini disediakan untuk Dinas Tenaga Kerja melalui Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK).  Manfaat penerapan aplikasi Kios 3in1 bagi pencari kerja ialah untuk memudahkan mengikuti pelatihan, sertifikasi, dan mendapatkan pekerjaan (penempatan).  Manfaat bagi instansi / perusahaan yang memberi pekerjaan ialah dapat mencari dan memperoleh tenaga kerja terampil sesuai dengan yang diperlukan.  Dalam aplikasi ini terjadi komunikasi antara pencari pekerja dan yang memberi pekerjaan secara 2 (dua) arah tanpa tatap muka dan tanpa teleconference.  Kedua belah pihak hanya memakai aplikasi dengan url http://www.kios3in1.net/blkmadina/.

Menurut Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja bahwa konsep yang digunakan dalam aplikasi Kios 3in1 adalah sistem pengembangan SDM atau tenaga kerja dengan memanfaatkan perangkat lunak atau sistem teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dengan masyarakat, dunia usaha, maupun antar instansi pemerintah.  Ruang lingkup sistem Kios 3in1 tidak hanya terbatas pada pencari kerja yang ada di lingkungan pelatihan saja, melainkan seluruh pencari kerja di Kabupaten Mandailing Natal.  Konsep Kios 3in1 dibangun berdasarkan pendekatan yang komprehensif antara PELATIHAN – SERTIFIKASI – PENEMPATAN.

Lebih lanjut, Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mandailing Natal mengatakan,  prinsip pelatihan adalah melengkapi kompetensi kerja yang sesuai dengan tuntutan permintaan atau syarat jabatan dari pengguna (user) / pemberi kerja / perusahaan/ dunia usaha / dunia industri.  Efektivitas pelatihan sangat tergantung pada kondisi tenaga kerja yang akan dilatih serta penyelenggaraan pelatihan perlu didukung oleh sistem informasi pasar kerja tentang ketersediaan dan kondisi penyediaan tenaga kerja.  Program sertifikasi dilakukan sebagai bukti keabsahan kualifikasi kompetensi yang dimiliki seseorang, setelah yang bersangkutan mengikuti proses uji kompetensi sesuai dengan keahliannya.  Uji kompetensi harus sesuai dengan syarat jabatan pada sisi permintaan.  Pelaksanaan uji kompetensi perlu didukung oleh sarana dan peralatan uji terutama dalam praktek mengoperasikan alat-alat produksi.  Disamping itu uji kompetensi harus dilakukan oleh tenaga ahli yang menguasai dan memiliki keprofesionalan pada bidang kompetensi yang diujikan.

Apabila pelatihan dilakukan berdasarkan permintaan yang sudah riil, maka penempatan akan berlangsung secara otomatis.  Peserta pelatihan perlu juga dipersiapkan untuk bekerja secara mandiri.  Sebelum melakukan pelatihan perlu kejelasan informasi mengenai syarat jabatan atau kompetensi yang dibutuhkan.  Informasi seperti itu harus dapat tersedia melalui Pusat Informasi Pasar Kerja (IPK).  Penempatan tersebut dapat dilakukan oleh lembaga atau instansi Pemerintah dan atau Bursa Tenaga Kerja Swasta.

Sebelum pelaksanaan demonstrasi aplikasi ini, Drs. Zulham Syahputra (Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja) dengan timnya melakukan koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan agar fasilitas Kios 3in1 dapat difungsikan di Kabupaten Mandailing Natal sebagai salah satu upaya dalam mengurangi tingkat angka pengangguran yang pada akhirnya dapat berpengaruh pada upaya maupun strategi penanggulangan kemiskinan.

Mulia Raja Nasution, S. Kom., MM. selaku Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja mengatakan bahwa aplikasi Kios 3in1 ini nantinya diintegrasikan dengan Layanan Cepat Akses Informasi Ketenagakerjaan Berbasis Website dan SMS Gateway Kabupaten Mandailing Natal yang aplikasinya ditanam atau ditempatkan pada server madina.go.id yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mandailing Natal.

Tim teknis dari Kementerian Ketenagakerjaan pada tanggal 20 September 2017 telah melakukan instalasi dan pelatihan teknis operasional terkait layanan ini.  Penggunaan aplikasi Kios 3in1 ini juga disaksikan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mandailing Natal (Ir. Herman Hidayat –  Plt. Kadis., Muhammad Ikbal, S. Psi.- Kabid. Layanan e-Government, dan Zulkifli Pulungan, S. Kom., M. Kom. – Kasi. Tata Kelola e-Government). 

Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mandailing Natal sebagai leading sector Penyelenggaraan Pemerintahan Berbasis ICT dan penerapan e-Government mengatakan bahwa layanan Kios 3in1 ini merupakan salah satu bagian dari konsep penyelenggaraan e-Government menuju Smart City yang sedang dilakukan persiapannya melalui Master Plant e-Government Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal.  Master Plant atau Rencana Induk e-Government ini diharapkan selesai bulan Desember 2017.  Semoga dalam waktu dekat, diharapkan system yang sedang dibangun ini dapat segera difungsikan guna meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat dalam bidang ketenagakerjaan.

Lebih lanjut Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika menambahkan tentang perkembangan persiapan Penyelenggaraan Pemerintahan Berbasis ICT dan penerapan e-Government.  OPD selain Dinas Tenaga Kerja yang sedang dalam proses yaitu :

Inspektorat dengan aplikasi Lapor! SP4N (saat ini menunggu usulan petugas penghubung OPD dan Kecamatan).  Badan Perencana Pembangunan Daerah dengan aplikasi e-Planning (proses singkronisasi aplikasi Standard Harga Satuan).  Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan aset Daerah dengan e-Budgeting, Simda, dan Simbada (Simda dan Simbada hampir rampung 100%).  Selain OPD di atas ada e-Perizinan / SiCantik dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Satu Pintu, e-Kepegawaian dari Badan Kepegawaian Daerah, dan Aplikasi JAGA dari Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan yang semuanya dalam proses pembentukan dan direncanakan tampil pada Monitoring dan Evaluasi Rencana Aksi KPK Pencegahan Korupsi Terintegrasi Provinsi Sumatera Utara per Posisi B11/2017.  Aplikasi lainnya seperti Aplikasi Administrasi Perkantoran (surat menyurat) SiMAYA dalam tahap penyusunan akun user (sesuai eselon) dan proses pendaftaran akun resmi Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal di Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia – Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Cq. Direktur e-Government.

By : TIM madina.go.id 2017730

Artikel yang Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *