Pemerintah Kabupaten Mandaling Natal (Madina) telah berkomitmen untuk mewujudkan visi misi dalam mewujudkan pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, pertanian dan infrastruktur dalam rangka terwujudnya pembangunan masyarakat yang maju, mandiri, sejahtera dan berwawasan lingkungan.
Demikian disampiakan Wakil Bupati Madina Drs.H.Hasim Nasution pada saat membuka musyawarah remcana pembangunan (musrenbang) tahun anggaran 2010 di aula kantor Bupati Madina, Parbangunan Kecamatan Panyabungan, Rabu (3/3).
Dijelaskannya, musrenbang ini sendiri bertujuan sebagai media utama konsultasi publik, bagi segenap stake holder daerah untuk menetapkan kegiatan serta rekomendasi dalam implementasi program dan kegiatan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD). Sehingga dengan kegiatan ini apa yang menjadi program pada tahun 2011 terakomodir.
“Sebagai penjabaran dari rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan rencana strategis satuan unit kerja, dengan mempedomani undang – undang nomor 25 tahun 2004 tentang system perencanaan pembangunan nasional dan undang – undang nomor 32 tentang pemerintah daerah dijadikan sebagai dasar kegiatan ini” jelasnya.
Pemkab Madina tetap berpedoman pada capaian tertinggi program prioritas pembangunan dalam angka partisipasi kasar (APK) untuk tahun 2008 dari 93,2 % menjadi 95,14 %dan pada tahun 2009 dari 66,2 % menjadi 68,1 %. Sedangkan angka melek hurup mengalami peningkatan dari 99,76 % menjadi 99,78 %, pada Tahun 2009 angka rata – rata lama sekolah mengalami peningkatan dari 8 tahun menjadi 10,2 tahun .
“Saya mencermati pembangunan secara makro ditandai dengan mulai membaiknya beberapa indicator seperti menurunnya angka kemiskinan dari 14,46 % tahun 2008 menjadi 14,32 % tahun 2009. untuk indeks pembangunan manusia (IPM) mengalami peningkatan dari 69,92 % menjadi 71,02 %, tingkat indlasi juga mengalami penurunan dari 12,34 % menjadi 1,87 % pada tahun 2009 begitu juga dengan indicator lainnya”.
Namun diakui Wabup dari uraian tersebut masalah kemiskinan merupakan kendala utama yang dihadapi. Disamping akses pendidikan dan kesehatan sebagai cerminan dari kualitas hidup masyarakat sekaligus modal utama dalam jangka panjuang masih perlu perhatian bersama.
“Karena itu pembangunan yang perlu kita lakukan secara sefedifik meliputi peningkatan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat, peningkatan pelayanan pendidikan, peningkatan sarana perasarana, dan peningkatan kualitas tata pengelolaan pemerintah yang teransparan dan akuntabel. Dan saya minta kepada seluruh SKPD untuk dapat menterjemahkan program prioritas pemabnguan Tahun 2011” harapnya.*** Panyabungan, 3 Maret 2010
|