Bupati Madina Panen Raya di Simalangi
|
HUTABARGOT,Madina : Bupati Madina diwakili Wakil Bupati Drs.Hasim Nasution mengatakan,maju mundurnya pertanian di Kabupaten Mandailing Natal terletak ditangan Petugas Penyuluh Lapangan ( PPL),karenanya PPL harus membuktikan kinerjanya dilapangan.
Jika PPL di Madina memiliki semangat yang sama,Insya Allah para petani kita dapat terbantu dalam meningkatkan produksinya, ujar Hasim Nasution ketika melakukan panen raya padi unggul varietas ciherang sekaligus syukuran lingkup Gapoktan Bina Usaha Desa Simalangi Kecamatan Huta Bargot,Senin ( 1/3).
Menurutnya,Pemkab Madina akan merasa tegar kalau penyuluh mampu menumbuhkan petani sebagai putera yang mandiri serta bebas dari intrik yang menyengsarakan kehidupan petani.
Dia yakin dan percaya,peran penyuluh pertanian sebagai juru penerang mampu memberi warna khusus dalam kehidupan petani di Madina,karenanya PPL diharapkan benar-benar menyatu padu dalam kehidupan petani,menjalin hubungan harmonis,indah dan penuh persaudaraan karena penyukuh merupakan bagian integral dari kehidupan petani atau penyuluh identik dengan saudara tuanya petani.
Sebagian besar masyarakat di Madina lanjut Hasim Nasution,bekerja pada usaha tanaman pangan khususnya padi dengan skala usaha kecil bahkan sebagai buruh tani yang menghadapi berbagai masalah,diantaranya rendahnya posisi tawar menawar terutama pada saat panen raya sehingga petani terpaksa menjual dengan harga rendah.
Kemudian petani masih dihadapkan kepada rendahnya nilai tambah produk pertanian karena terbatasnya kemampuan untuk mengelola hasil pertanian dan keterbatasan modal untuk melaksanakan kegiatan usaha,serta keterbatsan akses pangan atau beras dibeberapa wilayah mengingat banyaknya daerah-daerah rawan bencana.
Hal ini berdampak pada rendahnya pendapatan dan kualitas sumberdaya petani dan apabila kondisi ini dibiarkan berkelanjutan akan memperlemah ketehanan pangan rumah tangga petani,dalam skala yang lebih besar dapat mempengaruhi ketahanan pangan daerah, ungkapnya.
Dalam kesempatan panen raya dan syukuran itu,Wakil Bupati menyampaikan rasa bangganya terhadap masyarakat tani Simalangi,dimana sangat bersenang hati dibina oleh PPL,mau menjalankan tekhnologi yang diterapkan kendatipun disana-sini masih banyak kekurangan terutama pengadaan air oleh irigasi Batang Gadis.
Saya mengucapkan terima kasih kepada PPL dan Kepala BP3K Sirambas yang telah mampu membina desa Simalangi ini dalam penerapan paket tekhnologi guna pencapaian keserentakan tanam dan peningkatan produksi, katanya.
Hasim menjelaskan, melalui pola tanam dua kali setahun, petani bisa menerapkan satu kali untuk padi unggul dan satu kali untuk padi lokal. Dengan demikian, petani bisa meningkatkan produksi padi dan pada akhirnya dapat meningkatkan penghasilan yang tentunya bermuara terhadap peningkatan kesejahteraan petani.
Ini dilakukan, lanjut bupati, salah satu upaya untuk mewujudkan visi Pemkab Madina yaitu terwujudnya sebagai sentra produksi pertanian yang maju dan berdaya saing tinggi menuju terciptanya kemandirian daerah.
Untuk itu, Pemkab Madina melakukan langkah-langkah konkrit, salah satunya yaitu memberdayakan kelompok-kelompok tani atau Gapoktan yang sudah ada, serta memberikan dukungan pembiayaan usaha tani, paparnya.
Sementara Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Madina Taufik Zulhadra Ritonga,Sp,MM melaporkan,hasil panen raya padi unggul varietas ciherang lingkup Gapoktan Bina Usaha Desa Simalangi mencapai 7,2 ton/hektar,dengan luas hamparan 40,6 hektar.
Terbukti dari hasil panen raya kita pada hari ini mencapai 7,2 ton/hektar.Jika hasil panen ini dapat diterapkan diwilayah Kabupaten Mandailing Natal maka hasil panen kita dapat dicapai dua kali lipat dari tahun 2009, sebutnya.
Perlu dipahami bersama,terang Taufik Zulhandra,bahwa pada tahun 2009 rata-rata capaian produksi kita hanya 4,2 ton / hektar,dengan jumlah produksi 168.024,80 ton bagah Kering Giling (GKG),sehingga masih jauh dari harapan kita bersama.
Untuk itu dia mengajak lembaga yang menangani tanaman pangan dan penyuluh terus bekerja keras dalam pencapaian peningkatan produksi padi di daerah ini guna memperoleh ketersediaan pangan dan swasembada pangan.
Kita harus terus membina gapoktan-gapoktan yang ada di daerah ini.Kita Bantu mereka,karena tekhnologi bercocok tanam padi terus berkembang seiring dengan kemajuan zaman sehingga masyarakat Simlangi merasa puas terhadap upaya-upaya kita , harapnya.
Temu Ramah.
Kegiatan panen raya dan syukuran yang dipusatkan di areal persawahan Simiak itu,juga diisi dengan dialog dengan para petani.Dalam dialog terungkap bahwa para petani Kecamatan Huta Bargot khususnya kawasan Simalangi masih dihadapkan kepada beberapa persoalan yang menghambat usaha peningkatan produksi maupun taraf hidup serta kehidupan petani di seberang batang gadis itu.
Persoalan yang cukup menonjol dalam pertemuan itu yakni sarana pengairan yang belum memadai,perlunya perluasan lahan pertanian dan perkebunan,perbaikan akses jalan ke sentra produksi dan harga gabah yang sangat rendah jika panen raya tiba ini terjadi akibat akses transportasi yang kurang memadai ke kawasan itu,sehingga membuat pedagang luar daerah enggan masuk sehingga harga gabah tidak bersaing.
Hamparan areal persawahan kami di Simalangi ini dulunya cukup subur karena airnya mencukupi,tapi kini keadaanya kekurangan air akibat beberapa talang ( jembatan air) tidak berfungsi,sehingga sangat diperlukan perhatian pemerintah daerah guna peningkatan taraf hidup dan kehidupan masyarakat yang umumnya bergantung dari sector pertanian di daerah ini, ujar A.Halim Pulungan salah seorang tokoh masyarakat desa itu.***
|