Berita Madina

Monumen Jenderal Abdul Haris Nasution di Mandailing Julu

Monumen Jenderal Abdul Haris Nasution Lebih Pas di Mandailing JuluPANYABUNGAN – Sejumlah tokoh Madina meminta agar pembangunan monumen Jenderal Abdul Haris Nasution berlokasi di Mandailing Julu, bukan di Panyabungan.

Pilihan Mandailing Julu sebagai lokasi monument berpijak pada sejarah kelahiran sang jenderal, karena Ulu Pungkut Jae yang berada di kawasan Mandailing Julu merupakan kampung halaman Jenderal Abdul Haris Nasution.

Hal itu disampikan para tokoh Madina kepada wartawan di warung Lopo Siri-siri, Jalan Jenderal Abdul Haris Nasution, Lingkar Timur Panyabungan, Selasa (16/2) terkait adanya rencana pemerintah daerah dan Kodam I Bukit Barisan akan membangun monument Jenderal Abdul Haris Nasution di taman kota Panyabungan.

Para tokoh itu, yakni Mustofa Lubis (tokoh Mandailing Julu dan mantan anggota DPRD Madina), Syahril Nasution (tokoh Mandailing Julu dan mantan anggota DPRD Madina), Onggara Lubis (tokoh Mandailing Julu, ketua KNPI Madina), Tan Gozali (tokoh pemuda Madina) dan Panisean.

Menurut mereka, rencana pembangunan monumen Jenderal Abdul Haris Nasution yang digagas Pangdam Bukit Barisan sangat didukung penuh, hanya saja lokasinya lebih layak di Mandailing Julu dari sisi sejarah kelahiran sang jenderal.

Berdasar pendapat mereka, monumen tersebut tidak memiliki akar sejarah jika berlokasi di Panyabungan, karena di kawasan Panyabungan justru lebih layak dibangun monument Willem Iskander dan Sibaroar.

Jika monumen Jenderal Abdul Haris Nasution dibangun di Panyabungan juga akan menimbulkan kerancuan secara jangka panjang jika kelak Mandailing Julu menjadi kabupaten tersendiri. Seperti patung dan museum Sisingamangaraja XII yang berlokasi di Medan jika kelak Provinsi Tapanuli berdiri maka lokasi patung dan museum Sisingamangaraja XII akan menjadi aneh terlihat karena Sisingamangaraja XII lahir dan berjuang di tanah Bakkara, Toba, bukan di Tanah Deli.

Sementara itu, menurut Onggara Lubis, lokasi pembangunan monumen di Mandailing Julu sangat pas di kawasan Desa Muara Pungkut di pinggir Jalan Lintas Sumatera. Di situ ada satu titik lahan sekitar 1 hektar tak jauh dari muara pertemuan sungai Aek Lahatan atau Aek Pakantan dengan muara Batang Pungkut. Lokasi itu juga tak jauh berada dari Desa Huta Pungkut Jae kampung halaman sang jenderal serta tak jauh dari sekolah di Tamiang tempat sang jenderal dahulu bersekolah.

Sumber: mandailingonline.com

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *