Berita Nasional

Mewujudkan Sungai yang Bersih, Sehat dan Produktif

Mewujudkan Sungai yang Bersih, Sehat dan ProduktifAir dan Lapangan Pekerjaan merupakan tema nasional untuk peringatan Hari Air Dunia ke-24 tahun 2016. Air merupakan sumber daya alam yang sangat esensial yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup dan lingkungan. Manusia memerlukan air tidak hanya untuk dapat hidup tetapi juga untuk penghidupan atau aktivitasnya. Musnahnya sumber daya air akan mengakibatkan musnahnya semua makhluk hidup beserta lingkungannya dan semua aktivitas manusia. Air dan lapangan pekerjaan sangat terkait baik dari sisi ekonomi, lingkungan ataupun sosial.

“Berdasarkan Laporan World Water Development edisi 2016 tercatat bahwa setengah dari seluruh tenaga kerja di dunia yaitu sekitar 1,5 miliar orang bekerja di delapan bidang industri yang amat bergantung pada air dan sumber daya alam. Oleh karena itu, tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan dan kelestarian sumber daya air menjadi tanggung jawab kita bersama,” jelas Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Mudjiadi dalam acara Sarasehan Sehari dan Forum Air Indonesia dengan tema Mewujudkan Sungai yang Bersih, Sehat dan Produktif, 12 Mei 2016, di ruang Pertemuan Lantai 8 Gedung Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Jakarta. Sarasehan tersebut menghadirkan para narasumber yang berperan aktif dalam organisasi dan kegiatan kelestarian sumber daya air yakni Slamet Rahardjo (Budayawan/Duta Sungai), Felicia Hwang (Puteri Indonesia Lingkungan 2016), Prof. M. Maksum Machfoedz (Pengurus PBNU/Ulama), Sujatmiko (Forum Merapi Merbabu Hijau), Endang Rohjiani (Komunitas Penggiat Sungai Yogya), Shahnaz Haque (Artis), Prof. DR. Emil Salim dan Prof. DR. Arief Rahman. Acara ini turut dihadiri oleh para pejabat eselon II, III, Kepala BBWS/BWS di lingkungan Direktorat Jenderal SDA dan para komunitas bidang sumber daya air.

Lanjut Mudjiadi, saat ini telah banyak masyarakat dari berbagai profesi yang melakukan kegiatan untuk melestarikan dan meningkatkan potensi daya guna sumber daya air. Seringkali kegiatan tersebut hanya bersifat lokal namun semangat dan ide-idenya dapat ditularkan atau disebarluaskan sehingga mampu menginspirasi masyarakat di daerah lain sehingga akan berdampak signifikan bagi kondisi sumber daya air di Indonesia.

Penyelenggaraan kegiatan Sarasehan Sehari dan Forum Air Indonesia ini sangat berarti bagi upaya untuk menyebarluaskan ide-ide dan semangat para narasumber di masing-masing profesi. Dirjen SDA mengharapkan agar di waktu mendatang kegiatan positif yang dilakukan tiap kelompok masyarakat dalam upaya melestarikan air dapat ditularkan baik semangat dan ide-ide kreatifnya ke daerah-daerah lain, sehingga tidak hanya bersifat lokal saja, seperti yang selama ini terjadi.

Dalam pembahasannya, seniman Slamet Rahardjo mengatakan bahwa melestarikan sungai harus mengedepankan sisi kultural, akar budaya, dan rasa memiliki. Sementara itu, Felicia Hwang, Putri Indonesia Lingkungan 2016, mengatakan bahwa dirinya sangat berminat akan sekolah alam dan mencoba mengubah perspektif akan pengelolaan sampah menjadi sebuah bank sampah, sehingga pengelolaan sampah dilaksanakan dengan sistem yang jelas dan pasti, ada keuntungan yang dapat dirasakan langsung oleh tiap masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan para stakeholder sumber daya air dari berbagai wilayah dan profesi di Indonesia serta sebagai wahana untuk bertukar pengalaman terkait peran sertanya dalam pengelolaan sumber daya air agar mampu memberikan inspirasi bagi stakeholder lainnya. Prof. DR. Emil Salim menambahkan bahwa agar dapat mewujudkan Gerakan Nasional Sungai Bersih maka masing-masing stakeholder perlu bersinergi. (nan/dro/kompuSDA)

Sumber: pu.go.id

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *