Berita Nasional

Menkominfo : Jumlah Operator Telekomunikasi di Indonesia Idealnya Hanya Empat

Menkominfo Jumlah Operator di Indonesia Idealnya Hanya EmpatJakarta – Jumlah operator telekomunikasi di Indonesia dinilai sudah terlampau banyak oleh Menkominfo Rudiantara. Akibatnya, tak semua operator mendapatkan jatah frekuensi yang ideal. Imbasnya, masyarakat pengguna pun tak terlayani dengan baik.

“Saya bertekad untuk terus mendorong konsolidasi melalui aksi korporasi merger akuisisi agar jumlah operator di Indonesia yang tadinya mencapai sembilan, bisa diminalisir dengan idealnya hanya tiga atau empat operator saja,” tutur Menkominfo di rung kerjanya di Jalan Merdeka Barat Jakarta, Kamis, (15/1).

Kominfo juga akan mendorong yang namanya konsolidasi. Untuk mengantisipasi konsolidasi berikutnya kita tengah siapkan permen merger akuisisi. Kuartal kedua tahun ini peraturan tentang itu sudah ada,” jelasnya.

Seperti diketahui, industri telekomunikasi di Indonesia telah memasuki masa jenuh dengan tingkat persaingan tinggi. Alhasil, keuangan operator pun berdarah-darah karena tidak bisa mendapatkan margin keuntungan ideal dari spektrum frekuensi yang hanya tersedia sedikit.

Pelanggan pun ikut dirugikan karena kualitas layanan yang diterima semakin menurun — meski di sisi lain, kompetisi dari banyaknya jumlah operator juga membuat tarif terus dipaksa turun ke level margin terendah.

Namun karena tak semua operator kuat di modal, akhirnya beberapa mulai menyerah. Jalan satu-satunya agar tidak kolaps ialah dengan cara bergabung dengan operator lain melalui skema merger akuisisi.

Contohnya, Mobile-8 Telecom yang menyerahkan diri untuk bergabung dengan Smart Telecom di 2010 lalu. Empat tahun kemudian, Axis Telekomunikasi Indonesia yang diambil alih oleh XL Axiata, dan Bakrie Telecom yang ikut bergabung dengan Smartfren.

“Dengan permen merger akuisisi ini nantinya nggak case by case. Seperti diatur bagaimana dengan frekuensinya, bagaimana dengan izinnya. Kalau tidak, kita ini akan terus dipaksa case by case. Case XL dengan Axis, case Smartfren dengan Bakrie, jadi teman-teman di sini (Kominfo) terpaksa mikir lagi,” kata Rudiantara.

Rudiantara menambahkan, nanti tidak ada lagi, kalau kamu mau merger akuisisi, ya harus begini. Di luar ini nggak kita entertaint. Permen ini bukan cuma mengantisipasi, tapi saya mendorong terjadinya konsolidasi. Idealnya tiga, maksimum empat operator

“Insya allah selama saya di sini (selama jadi Menkominfo) akan saya dorong terus karena kalau tidak terjadi konsolidasi tidak akan terjadi efisiensi pemanfaatan frekuensi. Frekuensi itu ranah publik,” tegasnya.

Operator itu kata dia, masuk ke valuasi tapi tidak dalam bentuk aset di dalam neraca. Tapi frekuensi kalau nggak ada hasilnya, nggak jadi pajak, nggak jadi pelayanan untuk masyarakat, ya buat apa,” pungkasnya.

Sumber: Kominfo.go.id

Artikel yang Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *