Berita Madina

Mendagri Batalkan 133 Perda di Sumut

Mendagri Batalkan 133 Perda di SumutJAKARTA – Kementerian Dalam Negeri membatalkan 133 peraturan daerah (perda) di bergagai kota/kabupaten di Sumatera Utara termasuk perda terbitan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Sejumlah 133 perda tersebut merupakan bagian dari 3.134 perda yang dibatalkan Kemendagri yang dianggap menghambat investasi di Indonesia.

Mengutip laman Kemendagri, Rabu (22/6), ada pun ke-133 perda dibatalkan umumnya retribusi daerah dan pajak daerah.

Dari 133 perda tersebut, 6 di antaranya milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yakni:

1.Pedoman Pembentukan Badan Usaha Milik Daerah Provinsi Sumatera Utara Nomor 5 Tahun 2013
2.Pembangunan Dan Penataan Menara Telekomunikasi Bersama 15 Tahun 2009
3.Pengelolaan Air Tanah Nomor 4 TAHUN 2013
4. Pengelolaan Panas Bumi, Nomor 3 Tahun 2013
5.Retribusi Daerah 6 Tahun 2013
6.Retribusi Jasa Umum 3 Tahun 2012

Sedangkan perda yang dibatalkan masing-masing milik:

1.Asahan (5 perda)
2.Batubara (6)
3.Dairi (3)
4.Deli Serdang (7)
5.Humbang Hasundutan (3)
6.Karo (6)
7.Labuhan Batu (7)
8.Labuhan Batu Utara (6)
9.Labuhan Batu Selatan (4)
10.Langkat (5)
11.Mandailing Natal (1)
12.Nias (3)
13.Nias Barat (2)
14.Nias Selatan (2)
15.Nias Utara (6)
16.Padang Lawas (1)
17.Padang Lawas Utara (4).
18.Pakpak Bharat (9).
19.Samosir (1)
20.Serdang Bedagai (6).
21.Simalungun (3)
22.Tapanuli Selatan (2)
23.Tapanuli Tengah (3)
24.Tapanuli Utara (1)
25.Samosir (7)
26.Binjai (7)
27.Gunung Siotli (1)
28.Medan (1)
29.Padang Sidempuan (4)
30.Pematang Siantar (1)
31.Sibolga (4)
32.Tanjung Balai (2)
33.Tebing Tinggi (3).

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, memastikan telah membatalkan 3.143 buah perda.

Semua peraturan yang dibatalkan itu hanya terkait dengan investasi, retribusi, pelayanan birokrasi dan masalah perizinan.

“Siapa yang hapus (perda bernuansa syariat Islam). Tidak ada yang hapus,” kata Mendagri Tjahjo di kantor Kemendagri, Jakarta, hari ini. (wol/hls/data1)

Sumber: waspada.co.id

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *