Berita Madina

Mandailing Natal Dapat Dukungan Tympanum Penetapan Cagar Budaya

Madina Dapat Dukungan Tympanum Penetapan Cagar BudayaPanyabungan Sumut 7/4 – Situs Candi Simangambat di Kec. Siabu merupakan salah satu dari Situs Bagas Godang dan Padang Mardia yag akan mendapatkan dukungan penetapan cagar budaya di Kabupaten Mandailing Natal.

Pemkab. Madina melalui Dinas Pemuda Olah Raga Budaya Pariwisata (Disporabudpar) melalui Kemendikbud agar cagar Budaya diusulkan Tim Tympanum turun ke titik lokasi Candi Simangambat yang berada di Kel. Simangambat Kec. Siabu melakukan pengukuran, identifikasi, pencatatan serta rekam objek yang langsung dikoordinir Askolani didampingi Rizki Rafsanjani.

Dia menegaskan Candi Simangambat dibangun dengan struktur batu merah pada bagian dalam candi dan batu pasir pada bagian luar bahkan ditemukan juga Struktur batu berhias serta patung kepala kala.

“Candi Simangambat mirip dengan Candi Sewu di Jawa Tengah diyakini Candi ini sudah ada sejak abad ke 9 sampai Abad ke 10 Masehi pada masa Hindu Budha klasik,” katanya.

“Bahkan Candi Simangambat lebih tua dari Candi yang berada di Sumut seperti Candi Bahal yang berada di Padang Lawas Utara.”

Dia menambahkan, “Candi Simangambat menguatkan deskripsi tentang kawasan Mandailing sebelum adanya migrasi suku Batak dari bagian utara Sumatera dari abad Ke-15 Masehi dimana usianya jauh lebih tua dari klaim tarombo (Legenda Silsilah) etnis Batak.”

Adapun hasil penelitian dari Badan Aerkeologi Medan pada tahun 2009 menyatakan pada awalnya Candi Simangambat dipublikasikan oleh peneliti Belanda Bosch dan Schintger pada tahun 1920 dan akhirnya pada tahun 2008 penelitian kembali dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Sumatera Utara.

Begitu juga dengan Situs Bagas Godang di Huta Godang dan Situs Padang Mardia di Huta Siantar masing–masing ada sejarah tentang keberadaannya.

Harapannya agar ketiga objek kawasan itu dapat mengundang kunjungan wisata manca negara juga akan mengkokohkan penetapan Cagar Budaya di Mandailing Natal sebagai kawasan yang bermartabat. Sebagaimana yang disebut dalam buku Kertagam yang menyatakan bahwa Mandailing satu etnis yang utuh kata Askolani Nst dari Tympanum Novel.

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *