Berita Madina

Mandailing Natal Akan Terima Bantuan 18 Unit Kapal dari KKP

Mandailing Natal Akan Terima Bantuan 18 Unit Kapal dari KKPPanyabungan – Direncanakan lima koperasi nelayan (Kopnel) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) penerima bantuan 18 unit kapal nalayan dari Kementerian Kelautan Perikanan Indonesia (KKP) untuk Tahun 2016 ini.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Kelautan dan Perikanan Madina Awaluddin Nasution bersama Kasi Perikanan Tangkap Imron kepada MedanBisnis, Rabu (31/8) di ruang kerjanya.

Awaluddin mengatakan, lima koperasi yakni Kopnel Bahari Pasar I Natal Kecamatan Natal, Kopnel Usaha Karya Sejahtera Bintuas, Kopnel Produksi Mundom Sejahtera Kecamatan Muara Batang Gadis, Kopnel Sepakat Bahari Batahan dan Kopnel Karya Lestari.

“Inilah Kopnel yang mengajukan permohonan untuk menerima bantuan kapal tangkap tersebut. Di mana Karya Lestari sudah melakukan perubahan anggaran dasar (PAD) artinya sudah melakukan RAT, tiga lagi sedang melaksanakan proses RAT dan satu lagi koperasi baru. Hal ini penting sebagai persayaratan calon penerima bantuan,” katanya.

Dijelaskannya, dalam permohonan itu seluruh kopnel juga memaparkan jenis kapal yang mereka butuhkan lengkap dengan jaring alat tangkap ikannya. Sehingga nanti jika terealisasi alokasi bantuan kapal disesuaikan dengan administrasi permohonan yang dibuat.

“Baru-baru ini kita baru mengikuti sosialisasi tentang rencana bantuan di Medan, nah pada kesempatan itu Madina direncanakan menerima 18 unit kapal. Makanya berbagai sosialisasi maupun upaya terus kita berikan kepada nalayan, agar bantuan bisa kita peroleh, salah satunya persiapan apa – apa yang dibutuhkan dalam persayaratanannya. Dan kita berharap kepada KKP mengabulkan permohonan kita tersebut,” harapnya.

Ketua Kopnel Nelayan Bahari Musdar yang dimintai tanggapannya mengatakan, mereka beranggotakan 52 orang dengan aset usaha saat ini mencapai Rp 30 juta. Dia mendambakan bantuan kapal tangkap untuk meningkatkan pendapatan mereka.

“Atas nama koperasi kami sangat mengharpkan adanya bantuan itu, apalagi disaat persaingan kita dengan nelayan lain memiliki alat tangkap yang modren, nelayan tradisional seperti kami selalu kalah dalam menangkap ikan di laut. Untuk itulah kami sangat mengharapkan bantuan terealisasi agar perekonomian nelayan meningkat,” harapnya. (zamharir rangkuti)

Sumber: medanbisnisdaily.com

Artikel yang Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *