Berita Madina

KPUD Madina: Uang Picu Partisipasi Pemilih Tinggi

Uang Picu Partisipasi Pemilih TinggiHasil penelitian tentang partisipasi pemilih yang digelar Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mandailing Natal (KPU Madina) menemukan faktor uang menjadi pemicu utama pemilih datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dalam Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) tahun 2014 lalu. Ketika itu, minat masyarakat datang ke TPS cukup tinggi, yaitu sebesar 76 persen.

Hal ini disampaikan Ketua KPU Madina, Agus Salam didampingi Koordinator Divisi Sosialisasi, Data, dan Informasi, Mas Khairani, di sela-sela kesibukan mengawasi persiapan logistik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Madina di sekretariat KPU Madina Akhir November ini.

Dia memaparkan, riset berjudul “Politik Uang dan Tingkat Partisipasi Pemilih dalam Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2014 di kabupaten Mandailing Natal” yang dilakukan pada Juni 2015 lalu, merupakan penelitian deskriptif (descriptive research). Riset ini menggabungkan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif untuk menimbulkan kesahihan penelitian. Pengambilan data kuantitatif melibatkan 123 responden yang tersebar di dua kecamatan, yaitu Panyabungan serta Batang Natal. Sementara, nilai kritis atau tingkat batas ketelitian sebesar 7,8 persen. Sedangkan pengumpulan data kualitatif, menggunakan metode observasi dan wawancara tertutup terbuka dengan menjumpai sampel seperti penyelenggara Pemilu, peserta Pemilu, serta pemilih yang tersebar di berbagai kecamatan. Selanjutnya, data yang terkumpul tersebut dianalisis dan dinarasikan dengan berbagai sudut pandang.

“Hasilnya, memang benar dugaan kita selama ini. Uang menjadi faktor utama seorang pemilih datang ke TPS,” ungkap ayah dari seorang putra ini.

Alasan Penggunaan Hak Pilih

Dari penelitian tersebut ditemukan berbagai alasan penggunaan hak pilih pemilih. Sebanyak 48 persen menyatakan, mereka datang ke TPS karena mengikuti saran Calon Anggota Legislatif (Caleg) atau tim sukses. Alasan berikutnya, sebanyak 15 persen mengikuti saran keluarga. Sedangkan sebanyak 1 persen mengikuti saran teman. Hanya 39 persen yang memilih mengikuti kata hatinya.

Indikasi tentang suara masyarakat memang dapat dibeli pada Pileg yang lalu dibuktikan dengan pertanyaan faktor utama pemilih menentukan pilihan. Ternyata, sebanyak 52,8 persen menyatakan mereka memilih caleg yang memberikan bantuan dalam bentuk uang dan peralatan. Metode pemberian uang dan peralatan dilakukan dengan berbagai cara. Sebutlah semisal memberikan secara langsung kepada pemilih (45,5 persen). Cara lain, melalui organisasi kemasyarakatan (0,8 persen). Termasuk juga memberikan bantuan uang dan peralatan lewat pimpinan atau tokoh masyarakat (22,8 persen). Ada juga memberikan bantuan melalui keluarga (30,9 persen).

Faktor utama lain pemilih menentukan pilihan, yang memilih dengan mempertimbangkan rekam jejak atau kinerja caleg, hanya 19,5 persen. Yang memilih karena alasan kekerabatan, sahabat, atau teman sebanyak 17,1 persen. Sedangkan memilih karena dasar kesamaan agama, suku, atau marga sebanyak 10,6 persen.

“Temuan inilah yang menguatkan penjelasan bahwa para pemilih di Madina memanfaatkan momentum Pemilu untuk mencari keuntungan dari caleg yang memiliki uang,” tandasnya. (MK)

Sumber: kpud-madinakab.go.id

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *