Berita Madina

Khatib Masjid Punya Peran Penting Untuk Mensukseskan Pilkada 2015

Khotib Masjid Punya Peran Penting Untuk Mensukseskan Pilkada 2015KPU Madina – Panyabungan

Para da’i/khotib memiliki peran penting untuk mensukseskan pilkada 2015 di Kabupaten Mandailing Natal. “Kabupaten Mandailing Natal ini adalah Serambi Mekkahnya Sumatera Utara, puluhan Pesantren berdiri di Kabupaten ini, setidaknya masyarakat masih kental dengan nuansa dan budaya keislamannya, maka saya yakin Bapak-Bapak Para Khotib Masjid bisa berperan penting untuk membantu kesuksesan pilkada 2015 ini. Bagaiamanapun juga kesuksesan pilkada ini bukan hanya tanggungjawab penyelenggara pemilu dan pemerintah, akan tetapi adalah tanggungjawab kita semua, masyarakat juga bertanggungjawab untuk kesuksesan pilkada ini, karena pada dasarnya pilkada ini dipersembahkan kepada masyarakat, kalau kami penyelenggara pemilu ini hanyalah pelayan rakyat untuk menggunakan hak pilihnya, maka tanpa bantuan tokoh-tokoh masyarakat khususnya para da’i dan khotib masjid kesuksesan pilkada ini akan sulit dicapai,” demikian disampiakan Ketua KPU Madina, Agus Salam saat memberikan materi Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pilkada 2015 bagi Para Khotib Masjid se-Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Lembah Sorik Marapi dan Panyabungan Selatan. Acara yang dihadiri oleh seluruh khatib dari masing-masing desa di tiga kecamatan tersebut dilaksanakan oleh KPU Madina di Aula Kantor Camat Puncak Sorik Marapi, Desa Sibanggor Tonga, Sabtu (28/11).

Agus Salam menjelaskan, untuk kesuksesan pilkada ini setidaknya para khotib dapat menghimbau masyarakatnya, baik di masjid pada saat khutbah jum’at maupun ketika mengisi ceramah dalam pengajian perwiridan desa untuk bersama-sama datang ke TPS menggunakan hak suaranya pada tanggal 9 Desember 2015 nanti.

“Penyampaian melalui bahasa agama disertai dalil-dalil aqli dan naqli tentang pentingnya mengangkat pemimin menurut ajaran Islam saya kira sangat efektif kepada masyarakat, apalagi yang menyampaikannya itu adalah tokoh agama di masyarakat tersebut. Saya tak perlu lagi mengajari Bapak-Bapak para Khotib apa ayat atau hadist yang berbicara tentang pentingnya pemimpin menurut ajaran Islam, karena sebahagian yang hadir disini saya perhatikan adalah guru-guru saya waktu di SMP dan Pesantren, saya yakin Bapak-Bapak lebih faham tentang ayat-ayat dan Hadist” ujar Alumni Pondok Pesantren Musthafawiyah Purbabaru tersebut. “Jadi acara sosialisasi ini sebetulnya hanyalah untuk meminta tolong kepada para khotib untuk kiranya berkenan menyelipkan materi-materi sosialisasi Pilkada dalam Khutbah Jum’at sebelum dilaksanakannya Pilkada 9 Desember” imbuh Agus Salam.

Selain meminta kepada para khotib untuk mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya, Agus Salam juga meminta kepada para khotib untuk tidak bosan mengingatkan masyarakat akan bahaya dan hukum politik uang. “Dalam satu hadist disebutkan bahwa Allah melaknat yang menyogok dan yang disogok, saya kira hadist itu juga bisa disampaikan para khotib kepada masyarakat. Karena inilah keistimewaannya para khotib, para khotib tidak hanya dapat menceramahi calon pemilih, tapi calon-calon Bupati dan Wakil Bupatipun pasti dapat diceramahi oleh Khatib, karena pasti calon Bupati akan melaksanakan shalat Jum’at di suatu masjid. Ketika itulah khotib dapat menceramahi para calon Bupati arau Wakil Bupati tersebut” tambah Agus Salam.

Dalam menciptakan pilkada yang aman dan damai, Agus meminta kepada para khotib supaya menyampaikan juga materi tentang pentingnya menjaga silaturahmi dan larangan menebar fitnah dan adu domba atau yang lebih dikenal dalam pilkada dengan istilah kampanye hitam. “setidaknya kewajiban kita untuk menyampaikan suatu hukum kepada masyarakat telah kita laksanakan, soal masyarakat mau atau tidak mematuhi himbauan kita, itu urusan lain. Karena khotib juga tak dapat memaksa masyarakat untuk mentaati peraturan perundang-undangan, karena dalam suatu negara hukum hanya institusi negaralah yang punya hak dan kewenangan untuk memaksa rakyat mematuhi peraturan perundang-undangan” pungkas Sarjana Hukum Islam dari IAIN Sumatera Utara tersebut.

Acara yang berangsung selama kurang lebih tiga jam tersebut juga diisi dengan sesi dialog dan diskusi tentang penegakan hukum terhadap pelaku politik uang, sebelumnya akhirnya ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh Sekretaris PPK Puncak Sorik Marapi. (ASN/KPU Madina).

Khotib Masjid Punya Peran Penting Untuk Mensukseskan Pilkada 2015 2Sumber: kpud-madinakab.go.id

Artikel yang Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *