KETUA TP. PKK KAB. MANDAILING NATAL LAKUKAN EKSPOSE DESA BINAAN HATINYA PKK DIHADAPAN TIM PENILAI PKK PUSAT

Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Mandailing Natal, Ny. Ika Desika Dahlan Hasan Nasution saat melakukan ekspose tentang Desa Binaan Nominasi Tingkat Nasional Lomba Kategori Hatinya PKK dihadapan Tim Penilai Verifikasi Lapangan TP. PKK Pusat. Panyabungan (16/06/2019)

 

Diskomninfo – Madina. Rombongan Tim Penilai Verifikasi Lapangan Nominasi Tingkat Nasional Kategori Hatinya PKK dari TP. PKK Pusat dan Provinsi Sumatera Utara melakukan kunjungan ke Kabupaten Mandailing Natal, dalam rangka melakukan penilaian dan verifikasi lapangan terhadap salah satu dari 6 nominasi tingkat nasional kategori Hatinya PKK tahun 2019, yaitu Desa Sayur Maincat Kec. Kotanopan, Kab. Mandailing Natal.

Rombongan yang dipimpin oleh Ketua Bidang III TP. PKK Pusat, Hanifah Husein Nasution langsung disambut oleh Bupati Mandailing Natal, Drs. H. Dahlan Hasan Nasution, didampingi oleh Ibu Ketua TP. PKK Kabupaten Mandailing Natal, Ny. Ika Desika Dahlan Hasan Nasution beserta seluruh anggota PKK, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Seluruh Pimpinan OPD, para Camat, dan Kepala Desa Sayur  Maincat Kec. Kotanopan, di Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal, Minggu Malam (16/06/2019).

Turut serta dalam rombongan TP. PKK Pusat adalah Ketua Kelompok Kerja (Pokja) III PKK Pusat, Ir Johan Siswono, Ketua Pokja III PKK Provinsi Sumatera Utara, Vera Siryana, beserta anggota PKK Provinsi Sumatera Utara, Nina Purwadi, Siti Endah Maria, Lely Dahler, Juliana dan perwakilan dari Dinas Penanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumatera Utara Lusiana Siahaan.

 

Ketua TP. PKK Kabupaten Mandailing Natal, Ny Ika Desika Dahlan Hasan Nasution memberikan kata sambutan dihadapan Rombongan Tim Penilai Verifikasi Lapangan TP. PKK Pusat

 

Dalam ekspose yang dipaparkan dihadapan Tim Penilai Verifikasi Lapangan PKK Pusat oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Mandailing Natal, Ny Ika Desika Dahlan Hasan Nasution, menyatakan bahwa sangat bersyukur dan menyambut gembira atas terpilihnya Desa Sayur Maincat itu sebagai salah satu dari 6 nominasi tingkat nasional kategori Hatinya PKK tahun 2019.

“Ini merupakan berkah dan tantangan tersendiri bagi Kabupaten Mandailing Natal secara umumnya dan Desa Sayur Maincat secara khususnya untuk saling bersinergi dan meningkatkan kerjasama dan gotong royong masyarakat dengan dukungan pembinaan OPD terkait demi terwujudnya desa binaan,” ujarnya. Lebih lanjut, Ketua TP. PKK Kab. Mandailing Natal menyatakan bahwa ada empat inovasi andalan yang ditawarkan Desa Sayur Maincat, Kec.  Kotanopan, dalam mengikuti lomba kategori Hatinya PKK ini.

“Desa Sayur Maincat menawarkan empat inovasi andalan diantaranya adalah Bank Sampah, Pavin Block dari plastik bekas, Minyak Tanah dari Batang Pisang dan Pupuk Kompos dari Sampah Organik,”.

Menyambut kedatangan Tim penilai verifikasi lapangan ini, Ketua TP. PKK Kabupaten berharap Desa Sayur Maincat yang merupakan salah satu dari 6 nominasi tingkat nasional pada lomba kategori Hatinya PKK Tahun 2019 mendapatkan hasil yang terbaik, sehingga dapat mengharumkan nama baik Kabupaten Mandailing Natal dan Provinsi Sumatera Utara di Tingkat Nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Mandailing Natal, Drs. H. Dahlan Hasan Nasution, menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Rombongan TP. PKK Pusat dan TP. PKK Provinsi Sumatera Utara atas terpilihnya Desa Sayur Maincat, Kec. Kotanopan sebagai salah satu dari 6 nominasi tingkat nasional pada lomba kategori Hatinya PKK Tahun 2019.

“Terpilihnya Desa Sayur Maincat Kec. Kotanopan sebagai nominasi tingkat nasional pada kategori Hatinya PKK Tahun 2019 telah mengangkat marwah Mandailing Natal dan Provinsi Sumatera Utara di tingkat nasional,” Ujar Dahlan Hasan.

Untuk itu, Bupati Mandailing Natal berharap ini terpilihnya Desa Sayur Maincat, Kec. Kotanopan sebagai salah satu dari 6 nominasi tingkat nasional pada lomba kategori Hatinya PKK Tahun 2019, merupakan langkah awal bagi desa-desa lainnya yang ada di Kabupaten Mandailing Natal untuk terus berbenah menjadi desa mandiri dan desa bermartabat.

 

Tim Redaksi