Berita Nasional

Kabut Tebal Menyelimuti KNIA, Tujuh Penerbangan Terganggu

Kabut, Tujuh Penerbangan di KNIA TergangguKUALANAMU – Sedikitnya tujuh penerbangan terganggu akibat kabut tebal yang menyelimuti Kualanamu International Airport (KNIA), Rabu (19/10). Tidak hanya delay hingga berjam-jam, dua penerbangan tidak bisa mendarat sehingga harus berputar-putar di udara akibat cuaca buruk.

Informasi yang dihimpun di lapangan, tujuh penerbangan yang mengalami penundaan selama satu hingga dua jam adalah Lion Air JT 970 rute Kualanamu-Batam-Surabaya, Garuda Indonesia (GA 266) rute Kualanamu-Palembang-Denpasar, GA 7116 rute Kualanamu-Gunungsitoli, dan GA 270 Kualanamu-Batam.

Selanjutnya, Lion JT 397 Kualanamu-Cengkareng dan GA 7124 Kualanamu-Lhokseumawe, AirAsia AK 390 serta AirAsia AK 391 Kualalumpur-Kualanamu. Dua penerbangan yang sempat berputar-putar hingga 40 menit akibat cuaca buruk adalah Citilink rute Halim Perdana Kusuma-Kualanamu dan Lion Air JT 210 rute Cengkareng-Kualanamu.

Airport Duty Manager PT Angkasa Pura II Cabang Kualanamu, Jasirin, membenarkan hal itu saat dikonfirmasi. Sejauh ini, lanjutnya, KNIA tidak ditutup, hanya penundaan saja. Sebab jarak pandang tidak memenuhi persyaratan terbang yang hanya 300 meter.

Rahim dan Fatoni, keduanya calon penumpang Lion Air 397 Kualanamu-Cengkareng, menyatakan kecewa. Sebab, pihak Lion terkesan kurang kooperatif memberikan informasi tentang adanya penundaan penerbangan.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kualanamu, Noval Rambe, menyatakan kabut yang menyelimuti KNIA menyebabkan jarak pandang berkisar 100 meter hingga 800 meter. Untuk mendarat (landing), jarak pandang pesawat minimal 800 meter dan take off minimal 400 meter.(wol/aa/wsp/data1)

Sumber: waspada.co.id

Artikel yang Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *