KABUPATEN MANDAILING NATAL MENUJU KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK)

Bupati Mandailing Natal, Drs. H. Dahlan Hasan Nasution membahas Kawasan Ekonomi Khusus Madina bersama Kementerian Perekonomian Republik Indonesia di Jakarta.

Diskominfo – Madina. Kabupaten Mandailing Natal terletak di kawasan Pantai Barat Sumatera, memiliki  potensi Sumber Daya Alam yang sangat besar, diantaranya dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan tangkap, pariwisata sehingga layak diberikan prioritas khusus untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Mandailing Natal  terdiri dari 23 Kecamatan, 404 Desa/ Kelurahan, luas wilayah ± 653.542 Ha, tahun 2017 total jumlah penduduk  439.505 jiwa. Lokasi yang diajukan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) adalah Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal, dengan lokasi seluas ±2.450 Ha.

Kecamatan Batahan sangat berpotensi untuk dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Selain Kecamatan Batahan, kawasan strategis selanjutnya yaitu Kecamatan Natal sebagai  kawasan sentra produksi pertanian, perkebunan dan perikanan. Kecamatan Ulu Pungkut, Kecamatan Sorik Marapi, Kecamatan  Tambangan, Kecamatan Kotanopan, dan Kecamatan Panyabungan Timur sebagai kawasan Agropolitan didataran tinggi. Kawasan pelabuhan berada di Kecamatan Natal dan Kecamatan Batahan. Kawasan strategis Panyabungan diperuntukkan sebagai sentra pertanian tanaman pangan dan holtikultura, perdagangan/ jasa dan pusat pemerintahan dan kawasan bandar udara yang diperuntukkan sebagai transfortasi angkutan udara yang berada di Kecamatan Bukit Malintang.

Bupati Mandailing Natal, Drs. H. Dahlan Hasan Nasution bersama Kementerian Perekonomian Republik Indonesia melakukan pertemuan di Kantor Kementerian Perekonomian Republik Indonesia pada kamis malam (11/7/2019) rapat dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution turut juga dihadiri Deputi Bidang Kerjasama Ekonomi Internasional, Deputi Bidang Kordinasi Pengelolaan Energi, SDA dan LH Kementerian Perokonomian Republik Indonesia, Kepala Dinas PUPR, Syahruddin Lubis, ST, Kepala Dinas Pertanahan, Ahmad Faisal, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Ir. Bakhrein, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika, Aswin Parinduri dan Edy Effendi dari kalangan pengusaha.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Bupati Mandailing Natal, Drs. H. Dahlan Hasan Nasution, Deputi Bidang Kerjasama Ekonomi Internasional, Deputi Bidang Kordinasi Pengelolaan Energi, SDA dan LH Kementrian Peronomian Republik Indonesia, Kepala Dinas PUPR, Syahruddin Lubis, ST, Kepala Dinas Pertanahan, Ahmad Faisal, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Ir. Bakhrein, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika, Aswin Parinduri dan Edy Effendi dari kalangan pengusaha. Jakarta, Kamis malam (11/7/2019)

Pengajuan Kecamatan Batahan, Kabupaten Mandailing Natal sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yaitu,

  1.  Lokasi berdekatan dengan pelabuhan Palimbungan, sehingga memudahkan aktivitas ekspor  impor.
  2.  Zona insdustri serai wangi seluas ±100Ha.
  3.  Zona insustri kerajinan batu seluas ±100Ha.
  4.  Zona industri kopi ±300Ha.
  5.  Zona industri sayur mayur ±300Ha.
  6.  Zona industri kelapa ±300Ha.
  7.  Zona industri ikan ±200Ha.
  8.  Zona industri CPO ±600Ha.
  9. Zona Pariwisata ±120Ha.
  10. Zona Perikanan laut ±600Ha.

 

Tim Redaksi