Berita Nasional

Jamaah di Makkah Minta Keluarga Tak Panik

Jamaah di Makkah Minta Keluarga Tak PanikMakkah — Jamaah haji yang sedang berada di Makkah meminta para keluarga dan kerabat di Tanah Air tidak panik. Kecuali jamaah yang menjadi korban musibah ambruknya crane, semua jamaah tetap melakukan aktivitas seperti biasa. “Tolong, Mas. Beri tahu semua orang di Tanah Air kalau kami baik-baik saja dan bisa tetap ibadah di Masjidil Haram,” kata ketua rombongan KBIH Nurul Haramain Harmen Her kepada MCH di pelataran Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Sabtu (12/9) siang.

Harmen membawa 157 jamaah haji asal Provinsi Jambi yang berniat melakukan umrah. Saat kejadian, jamaah asal Jambi yang tergabung dalam kelompok penerbangan (kloter) BTH 18 baru tiba di Bandara Internasional King Abdul Azis (KAA) Jeddah. Harmen yang mendapakan kabar musibah crane sengaja tidak memberitahukan peristiwa tersebut kepada jamaah. “Sebagian sudah ada yang tahu sendiri, sebagain jamaah lain tidak kami beri tahu,” ujarnya. Harmen ingin jamaah tidak terganggu dengan pikiran yang macam-macam yang bisa membuat konsentrasi ibadah mereka terganggu. Apalagi, pada Sabtu (12/9) pagi, Harmen mendapatkan kabar lokasi kecelakaan sudah bersih dan kini tengah diperbaiki. “Saya ingin jamaah bisa tenang melakukan umrah.

Musibah harus disikapi sebagai ujian dari Allah SWT dan jamaah kami minta tetap bersabar, ikhlas, serta fokus,” ujar Harmen. Kendati mencoba menenangkan jamaah, Harmen memutuskan untuk mengubah rencana kegiatan rombongan KBIH Nurul Haramain selama di Makkah. Dia akan mengurangi kegiatan umrah sunah yang sebelumnya telah direncakana. Jamaah diminta lebih banyak istirahat di pemondokan sampai waktu puncak haji atau wukuf tiba. “Cuaca masih panas, tapi bisa cepat berubah.

Badai pasir dan hujan angin bisa saja terjadi lagi, makanya kurangi kegiatan ibadah sunah jamaah,” katanya. Suparto bin Samuji Musmusia, jamaah asal Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara menyatakan, dia tidak khawatir atas kecelakaan crane yang terjadi di Masjidil Haram. Dia dan sang istri, Misanah binti Mansyur, akan tetap beribadah di masjid terbesar di dunia tersebut dan berdoa di hadapan kabah. “Musibah itu bisa terjadi di mana saja terhadap siapa saja. Insya Allah kami tetap akan beribadah seperti biasa. Normal lah,” kata Suparto. (ismail/MCH/guf)

Sumber: Kemenag.go.id

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *