Galery Dokumentasi

galery
galery
galery
galery
galery
galery
galery

Perkebunan

Kulit Manis dan Kelapa

E . Kulit Manis (Cinnomonum Burmanii)

Kulit manis produksi Mandailing Natal memiliki tingkat kualitas yang baik, untuk daerah Sumatera Utara kualitas tersebut merupakan yang terbaik, apabila penangan panen dan pasca panen semakin ditingkatkan, akan bisa menyaingi kualitas kulit manis produksi Kerinci yang terkenal itu.

Dengan tingkat produksi sekitar 1.986 ton lebih setahun, bila jalinan kerjasama bisa dilakukan dengan eksportir akan memberi dampak pada peningkatan harga, kualitas dan tingkat produksi. Hal ini dimungkinkan karena tanaman kulit manis dengan umur diatas 10 tahun masih luas menunggu panen.

 

 

 

F. Kelapa

Areal kelapa tahun 2007 seluas 2.634 ha dan produksi 1.986 ton, pertumbuhan luas areal 3.13% tetapi produksi tanam 12.01% per tahun, karena tanaman banyak yang, disisi lain harga jual petani rendah sehingga tidak merangsang mereka untuk meningkatkan produksi.

Mengingat tingkat produksi yang cukup banyak, disisi lain konsumsi masyarakat hanya ± 50% dari tingkat produksi tersebut, maka peluang untuk pendirian pabrik pengolahan kelapa menjadi tepung kelapa, minyak kelapa murni (VCO), santan kelapa murni dan produk lainnya cukup besar dengan tingkat keuntungan menjanjikan. Pengolahan tempurung kelapa menjadi arang tempurung dan karbon aktif juga terbuka lebar, karena tempurung yang dihasilkan petani belum dimanfaatkan dan terbuang. Batang kelapa dari pohon tua dan tidak produktif juga memberi persediaan bahan baku untuk pengolahan batang kelapa menjadi meuble dan bahan bangunan subtitusi kayu.

Karet dan Kopi

C. Karet (Havea Brasiliensis)

Lahan daerah Mandailing (Kabupaten Mandailing Natal bagian Utara) sangat sesuai untuk tanaman karet, dan hasil produksi karetnya berkualitas baik dengan tingkat elastisitas yang tinggi. Oleh karenanya karet hasil produksi ini diminati oleh para pengusaha pabrik crumb rubber. Namun sayang karena pabrik crumb rubber belum tersedia di Kab.Mandailing Natal, maka tingkat produksi rata-rata 34.689 ton lebih tersebut belum memberikan tingkat margin yang memadai kepada petani. Hal ini berdampak kepada kurangnya rehabilitasi dan peremajaan tanaman, yang tentunya bila ada investor mendirikan pabrik crumb rubber di daerah ini akan berdampak positif pada peningkatan taraf hidup petani karet yang populasinya diperkirakan mencapai 40% dari jumlah penduduk Mandailing Natal.
Disisi lain keberadaan investor untuk pendirian pabrik crumb rubber, lebih luas dapat dikembangkan dalam upaya peremajaan dan perluasan tanaman melalui kerjasama bisnis yang saling menguntungkan.

 

D. Kopi (Coffea)

Lahan daerah Mandailing bagian Selatan juga sangat sesuai untuk tanaman kopi. Daerah ini pada zaman Belanda ditanami dengan kopi Arabika yang dikenal dengan sebutan “Kopi Mandily” yang cukup dikenal di pasar Internasional. Namun sejalan dengan perkembangan zaman, lahan kopi Arabika semakin menyusut berganti dengan kopi jenis Robusta. Oleh karenanya pembangunan perkebunan kopi kedepan diupayakan untuk penanaman kopi jenis Arabika sehingga kopi ini yang terkenal tersebut kembali ke habitat asalnya. Akan tetapi untuk jenis Robusta tetap dikembangkan terutama untuk memenuhi kebutuhan industri kopi bubuk yang semakin berkembang di daerah ini.

 

Potensi Ekonomi Sektor Perkebunan

A.Perkebunan Rakyat

Luas areal dan tingkat produksi tahun 2007

No

Jenis Tanaman

Luas Areal
(Ha)

Produksi (Ton)

Kecamatan Penghasil Utama

1.

Kelapa Sawit (Elaies Guinnesis)

14.076

176.354

- Batahan
- Natal
- Muara Bt. Gadis

2.

Karet (Havea Brasiliensis)

70.901

34.689

- Panyabungan
- Batang Natal
- Muara Bt  Gadis

3

Kakao (Theobroma Cacao)

4.298

2.360

- Lingga Bayu
- Batang Natal
- Natal

4.

Kulit Manis (Cassia)

2.613

1.986

- Kotanopan
- Batang Natal
- Tambangan

5.

Kelapa (Cocos Nucifera)

2.634

1.195

- Siabu
- Natal
- Panyabungan

6.

Kopi Robusta (Coffea SP)

2.628

973

- Kotanopan
- Muarasipongi
- Ulu Pungkut

7.

Aren (Arenga Pinata)

576

589

- Tambangan
- Muarasipongi
- Panyabungan

B. Sawit (Elaies Guinnesis)

Dari luas tanaman kelapa sawit 34.003 Ha dan produksi 359.819 ton tandan buah segar (tbs) dalam tahun 2007, tingkat produksi tersebut akan mengalami peningkatan cukup signifikan di tahun-tahun mendatang. Karena tanaman masih muda bahkan diperkirakan 25% masih belum berproduksi.

Disisi lain lahan tidur (sleeping land) di Pantai Barat yang sangat cocok untuk tanaman kelapa sawit masih luas, yang memungkinkan investasi tanaman baru.

 

Bupati Mandailing Natal

Sedang Online

We have 10 guests online

Jajak Pendapat

Bagaimana menurut anda website Pemkab Madina ini..?