Berita Madina

Harga Getah Terpuruk, Warga Alih Usaha Jadi Pemecah Batu

Harga Getah Terpuruk, Warga Alih Usaha Jadi Pemecah BatuPanyabungan – Terpuruknya harga getah belakangn ini membuat masyarakat terpaksa harus mengalihkan usahanya dari yang selama ini berprofesi sebagai penyadap karet menjadi pemecah batu.

Seperti yang dilakukan sebahagian warga dikelurahan Gunung Baringin Kecamatan Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal belakangan ini.

Dalam kurun dua minggu ini sebahagian warga dikelurahan tersebut yang selama ini sebagai petani karet kini harus beralih usaha menjadi pemecah batu.

Peralihan ini dilakukan para warga dikarenakan usaha sebagai penyadap karet sudah tidak dapat lagi diandalkan sebagai usaha pokok dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

Morasofyan Lubis salah seorang warga kepada Antara, Senin (29/8) menyebutkan, sebahagian ibu-ibu dan kaum bapak kini beralih usaha menjadi pemecah batu akibat harga karet menurun.

Ditengah Harga Getah Yang Terpuruk, Warga Jadi Pemecah Batu“Dengan kondisi harga karet saat ini sudah tidak bisa lagi diandakan dalam memenuhi kebutuhan keluarga untuk itulah mengalihkannya menjadi pemecah batu” Ujarnya.

Dikatakannya perhari nya dia bisa memecah batu sebanyak 10 kaleng atau sebesar Rp. 40.000.

“ Kalau kita fokus untuk memecah batu dimulai dari pagi hari sampai sore bisa dapat 10 kaleng” sebut Mora.

Dengan kondisi harga karet saat ini yang lagi menurun membuat para warga berharap usaha-usaha seperti ini tetap berlanjut karena selain menambah penghasilan juga dapat menjadi usaha para anak-anak muda.

Sumber: antarasumut.com

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *