Berita Nasional

Gubsu: Gerakan Tadarus Pilar Revolusi Mental

Gubsu Gerakan Tadarus Pilar Revolusi MentalMEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, mencanangkan gerakan tadarus menjadi salah satu pilar utama memberhasilkan revolusi mental yang sedang digalakkan Presiden Jokowi, terutama selama bulan Ramadhan 1437 H.

“Tadarus dan khataman Al Quran berjamaah harus lebih kita giatkan menjadi gerakan ummat Islam di Sumut. Yakinlah dengan gebyar Al Quran muaranya akan menjadikan moral dan mental bangsa menjadi terpuji dan Qurani. Inilah revolusi mental hakiki,” ujarnya pada acara Tadarus Nasional tingkat Sumut menyambut Ramadhan di Masjid Al Jihad Medan, Jumat (3/6).

Tadarus Nasional dan Khataman Al Quran berjamaah ini diinisiasi oleh Keluarga Besar Alumni HMI sekaligus momentum 50 tahun Korps Alumni HMI (KAHMI) yang tergabung dalam grup chatting WhatsApp KAHMI, Forever Tadarus Alquran (KFTQ) secara serentak di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut di hadapan ratusan jamaah Masjid Al Jihad dan warga KAHMI Sumut Gubsu memaparkan berbicara revolusi mental sebenarnya adalah berbicara tentang sebagian dari misi kenabian. Para nabi ditugaskan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa untuk memperbaiki mental yang rusak atau juga disebut kebobrokan akhlak.

Keadaan masyarakat pada saat ini perlu revolusi mental karena apapun bisa terjadi, sehingga sangat mungkin hal yang merusak harkat dan martabat manusia itu menimpa bangsa ini.

Oleh karena itu, revolusi mental dipandang bersifat mendasar, relevan, dan staregis sebagai upaya meningkatkan kualitas dan martabat kehidupan bangsa. Apalagi jika mau jujur, gejala kriris nilai-nilai kemanusiaan itu sebenarnya mulai terasakan.

Oleh sebab itu Ketika dipahami bahwa revolusi mental adalah merupakan bagian dari misi kenabian, maka peran-peran Agama seharusnya menjadi sangat penting untuk mendapatkan perhatian, terutama ummat Islam dengan panduan Al Quran.

Agama Islam selain mengajarkan tentang ke-Tuhanan adalah juga tentang bagaimana seharusnya hidup dijalani sesempurna mungkin. Hal ini ada diajarkan dalam kitab suci Al Quran. Semuanya itu bermaksud agar kehidupan menjadi selamat, bahagia, saling berkasih sayang, dan seterusnya.

Jadi sangat relevan dengan pandangan maka revolusi mental menjadi tepat diartikan sebagai gerakan bersama-sama dan bersifat massal untuk mendekatkan diri pada agama dengan panduan Al Quran.

Sebagai bangsa yang berfalsafah Pancasila, maka pasti membutuhkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai agama, sehingga revolusi mental dapat dilakukan melalui tiga ranah sekaligus, yaitu gerakan mendekatkan diri pada kitab suci, pada tempat ibadah, dan pada pemuka agamanya masing-masing.

Mendasarkan keyakinan bahwa, agama mampu melahirkan kedamaian, kebersamaan, dan kasih sayang, maka masyarakat seharusnya didorong untuk mendekat dan menjalankan agamanya, khususnya ummat Islam terus mengamalkan Al Quran.

Jadi tema besar gerakan revolusi mental itu antara lain bersama-sama ‘Kembali ke kitab suci, ke tempat ibadah, dan mendekatkan pada pemuka agama’.

Ketua Panitia Drg Wahid Khusyairi yang juga Wakil Direktur RSJ Sumut melaporkan selain tadarus, juga dilaksanakan santunan anak yatim dan kaum dhuafa yang berasal dari para donator keluarga besar HMI dan KAHMI Sumut.

“Jadi acara ini merupakan bagian dari rangkaian acara HUT ke-50 KAHMI yang akan diperingati pada September 2016,” lapornya seraya berharap dengan ini keluarga besar KAHMI semakin kuat membaca, menghayati dan mengamalkan Al Quran. (wol/rdn/data3)

Sumber: waspada.co.id

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *