Berita Nasional

DPPU Milik PT. Pertamina Dikepung Teroris di Kualanamu

DPPU Kualanamu Dikepung TerorisMEDAN – Situasi mencekam terjadi di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Kualanamu milik PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region I Sumbagut, Kamis (20/10).

Puluhan orang bersenjata berseragam security merangsek ke dalam DPPU dan menyandera para pekerja di dalamnya. Terdengar letusan senjata api dan beberapa ledakan di sarana dan fasilitas Pertamina tersebut serta terlihat tumpahan minyak avtur dimana-mana. DPPU Kualanamu dalam waktu singkat telah dikuasai oleh puluhan orang bersenjata.

Keadaan bahaya yang terjadi dilaporkan oleh pihak DPPU kepada pusat komando dan pengendalian (Puskodal) di kantor region Pertamina. Tidak selang beberapa lama, General Manager Pertamina MOR I, Romulo Hutapea beserta manajemen berkumpul di ruangan Puskodal dan mendeklarasikan keadaan darurat.

Di tempat lain, Direktur Pemasaran Pertamina yang mendapatkan laporan dari General Manager Pertamina MOR I segera berkoordinasi dengan Panglima TNI dan Kapolri, hingga diputuskan untuk mengirim pasukan pembebasan sandera untuk menangani keadaan darurat tersebut.

Setelah berkoordinasi dengan aparat setempat, Tim Pengamanan DPPU Kulanamu menyusun strategi dan dalam waktu yang cukup singkat berhasil menumpas para penyandera serta berhasil menguasai kembali DPPU Kualanamu.

Setelah DPPU Kualanamu berhasil diambil alih tim pengamanan DPPU Kualanamu, General Manager Pertamina MOR I melaporkan situasi keadaan aman kepada Direktur Pemasaran.

Situasi menjadi berubah setelah ada ledakan di dalam tangki avtur, sehingga tim pemadam kebakaran dari DPPU Kualanamu, Angkasa Pura II, dan Dinas Kebakaran Kabupaten Deliserdang dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

Dalam satu jam, api yang sudah menjalar ke beberapa tangki berhasil dipadamkan dengan kesigapan para pemadam.

Akan tetapi, tim pengamanan dan petugas pemadam kebakaran mengalami luka bakar, sehingga tim Medical Sumbagut serta dari rumah sakit swasta terdekat juga melakukan evakuasi kepada para korban dan membawa ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan.

Namun cerita di atas adalah hanya sekenario dari simulasi keadaan darurat yang diselenggarakan oleh PT Pertamina (Persero) MOR I sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan keadaan darurat di DPPU Kualanamu.

General Manager Pertamina MOR I, Romulo Hutapea, mengatakan simulasi ini dilakukan untuk menghindari dan mengambil tindakam ketika suatu saat ada sekelompok teroris yang hendak melakukan penyandraan.

“Simulasi keadaan darurat yang dilaksanakan pada hari ini terdiri dari tiga skenario yaitu penyanderaan, peledakan dan tumpahan minyak,” pungkas Ramulo. (wol/eko/data1)

Sumber: waspada.co.id

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *