Berita Madina

DPP KNPI Umumkan Jasrul Lubis Terpilih Secara Aklamasi Di Musda XIII KNPI Sumut

DPP KNPI Umumkan Jasrul Lubis Terpilih Secara Aklamasi Di Musda XIII KNPI SumutMADINA – DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) mengumumkan hasil Musda KNPI XIII Provinsi Sumatera Utara, dan Jasrul Lubis terpilih secara aklamasi menjadi Ketua DPD KNPI Sumut melanjutkan kepemimpinan H. Yasir Rihdo Lubis.

Hal itu disebutkan Ketua Umum DPP KNPI melalui Kordinator Wilayah Sumut, Jhonsa Lumbantoruan dalam konferensi pers di Aula Rindang Hotel, Panyabungan, Sabtu (21/2).

“‎Musda sudah selesai, hasilnya saudara Jasrul Lubis terpilih secara aklamasi, karena hanya ada satu calon yang mendaftar, yang dilaksanakan sudah sesuai dengan peraturan AD/ART,” ucap Jhonsa kepada wartawan.

Di tempat terpisah, sebagian peserta Musda juga mengadakan pemilihan ketua di aula Mapolres Madina, dan hasilnya adalah Sugiyat Santoso terpilih secara aklamasi.

“Saya tidak tahu dan saya tidak ada melihat ada Musda lain atau pemilihan ketua selain yang kami laksanakan ini, kami hanya melihat yang sesuai dengan Anggaran Dasar organisasi, dan peserta pemilihan juga mencukupi quorum, yaitu 1/2 n + 1,” tutupnya.

Pelaksanaan Musda XII ini cukup alot, ada dua kandidat yang diisukan bertarung merebut jabatan Ketua DPD KNPI Sumut menggantikan Yasir Ridho Lubis, yakni. Jasrul Lubis dan Sugiyat Santoso. Sementara, di sekitar lokasi Musda di aula Mapolres Madina, terlihat seratusan massya yang diketahui dari MPW Pemuda Pancasila ditambah MPC Pemuda Pancasila Madina mengawal berjalannya Musda, dan pada saat pembukaan Musda yang dihadiri oleh Ketua Umum DPP KNPI ‎diwakili Kordinator Wilayah Sumut, Jhonsa Lumban Toruan. Usai pembukaan acara, terlihat massya dari Pemuda Pancasila ini meneriaki Ketua DPD KNPI Sumut, Yasir Ridho Lubis dengan berbagai ucapan dan tudingan. Bahkan, Yasir Ridho Lubis terlihat dikawal petugas kepolisian dari Polres Madina, dan tidak bisa melewati kerumunan massya Pemuda Pancasila.

Melihat gelagat dari massya Pemuda Pancasila ini, pada Jumat malam, Lokasi Musda dikawal oleh 150an orang yang mengaku pemuda dan masyarakat Madina. Kedatangan mereka hanya ingin mengawal berlangsungnya pelaksanaan Musda tanpa ada keributan dari pihak siapapun.

“Kami datang ke lokasi ini karena kami ingin menyukseskan pelaksanaan Musda, kami tidak ingin ada keributan dari pihak manapun yang mengganggu jalannya Musda. ‎Kami datang karena kami dengar ada massya dari Medan yang ingin mengganggu pelaksanaan Musda ini, kami bersama petugas keamanan dari Polres Madina ingin acara ini berjalan sukses,” sebut Kordinator pemuda, Nazar kepada wartawan.

Lalu, pelaksanaan Musda pada Sabtu siang mulai memanas, sekitar pukul 16.00 Wib, peserta Musda di dalam aula terlihat saling serang, kemudian terlihat pimpinan sidang dan termasuk DPP KNPI dilarikan dari dalam forum menuju aula hotel rindang.

“Situasi di dalam memanas, sebagian peserta tidak lagi sehat hingga pimpinan sidang meskors,” sebut salah seorang peserta bernama Dahlan kepada Metro Tabagsel.

Selama diskors, panitia juga terlihat sibuk mengawal massya dari Pemuda Pancasila yang menerobos masuk ke dalam forum, bahkan beberapa panitia juga diusir dari dalamn forum, sehingga panitia memutuskan untuk memindahkan lokasi acara ke aula hotel rindang. Dan peserta yang berada di hotel rindang mencukupi quorum.

“Tadi sidang-sidang mencukupi quorum, 1/2 n + 1, makanya kami terima sidang dilanjutkan,” ujarnya.

Sementara, di aula Polres sejak ditinggal DPP, dan pimpinan sidang, ada sekitar setengah jam forum dikosongkan, kemudian mereka lanjutkan dengan agenda melakukan pemilihan.

“Berapapun pesertanya akan kita mainkan pemilihan ketua, biarpun lima orang,” ucap salah seorang peserta yang terlihat berambut setengah botak di atas kepalanya itu.

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *