Berita Madina

Bupati Mandailing Natal Buka Sosialisasi PLTPB

Bupati Mandailing Natal Buka Sosialisasi PLTPBPanyabungan, Sumut 17/03 – Bupati Mandailing Natal Drs. H. Dahlan Hasan Nasution membuka sosialisasi tentang pembangkit listrik panas bumi (PLTPB) Sorik Marapi dan rencana memulai kegiatan eksplorasi pada 17 Maret di Ruang Serbaguna, Panyabungan.

Drs. H. Dahlan Hasan Nasution menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta dan undangan baik dari Jakarta maupun dari Provinsi Sumatera Utara dan sekitar wilayah Mandailing Natal dalam rangka sosialisasi tentang pembangkit listrik panas bumi (PLTPB) Sorik Marapi.

Dia menjelaskan bahwa PT. Sorik Marapi Geothermal Power yang bergerak dibidang pembangkit tenaga listrik tenaga panas bumi telah hadir di Mandailing Natal berdasarkan keputusan Bupati Madina nomor: 540/525/K/2010 tentang izin usaha panas bumi di wilayah kerja pertambangan panas bumi Sorik Marapi, Roburan, Sampuraga, pada tanggal 02 September 2010.

Menurutnya, “panas bumi yang bersumber dari Gunung Sorik Marapi merupakan bagian dari program nasional/ Fast Track Program (Percepatan pembangkit listrik) pada tahap I dan II 10.000 MW dan merupakan rangkaian upaya pencapaian target tambahan listrik 35.000 MW dalam 5 tahun ke depan,” katanya.

Dia menegaskan tujuan dari pembangunan ke tenaga listrikan adalah untuk menjamin ketersediaan tenaga listrik dalam jumlah yang cukup, kualitas yang baik, harga yang wajar dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Panas Bumi Nomor 27 tahun 2003 yang kemudian terbit Undang-Undang nomor 21 tahun 2011 dengan beberapa tahapan yang mesti dilalui baik perizinan dan hal-hal yang berhubungan dengan masyarakat sebagai regulasi kegiatan di lapangan.

Dia menambahkan perkembangan yang muncul pada aksi penolakan masyarakat terhadap PT. SMGP disebabkan masyarakat belum mengenal secara baik dan utuh tentang pemanfaatan panas bumi.

“Disebabkan karena kekhawatiran masyarakat yang muncul semacam pemanfaatan panas bumi oleh PT. SMGP seolah-olah menjadi hantu lapindo seperti yang terjadi di Sidoarjo. sementara sudah banyak di Indonesia telah dikembangkan Gunung Berapi merupakan potensial tersendiri bagi pengembangan PLTP diperkirakan mempunyai kapasitas sekitar 40 persen dan 27.000 MW dari total cadangan panas bumi dunia dan yang baru dimanfaatkan baru sekitar 4 persen,” katanya.

“Dimana pemanfaatan panas bumi yang sudah bekerja seperti di daerah Sarullah Tapanuli Utara, Sibayak, Karo, bahkan banyak di Indonesia dan apa yang dikatakan oleh masyarakat itu tidak ada sama sekali,” katanya.

Drs. H. Dahlan Hasan Nasution mengharapkan agar kiranya masyarakat Mandailing Natal dapat menerima keberadaan PT. SMGP agar tahapan eksplorasi dan pekerjaan berjalan dengan baik.

Ia juga mengharapkan kepada Direktur Panas Bumi dan para pakar melalui sosialisasi dapat mengulas dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang dampak positif dan negatif dari pemanfaatan panas bumi ini dan agar terus melakukan pendekatan yang lebih intensif kepada masyarakat sehingga tujuan dari pembangunan ini tercapai dan tidak ada yang merasa diabaikan dan terluka.

Bupati Madina menambahkan apabila kegiatan pekerjaan PT. SMGP telah membuahkan hasil maka sebanyak dua sumur pemkab Madina akan mendapat PAD sekitar 540 milyar per tahun ditambah lagi kontribusi dan CSR terhadap masyarakat Mandailing Natal.

Pelaksanaan sosialisasi PLTPB Sorik Marapi juga diikuti Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Trisnadi, Kasubdit wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat Muhammad Subehan, Kabid Minyak dan Gas dinas Pertambangan dan Energi Provsu Sumitanto, Wadir Reskrimsus Poldasu AKBP Mardiaz Kusin Dwihananto, Sik, Wadir Intelkam Poldasu AKBP Yuyun Yudhantara, Kapolres Madina AKBP Bony JS Sirait, Sik.

Kegiatan tersebut turut juga diikuti Dandim 0121 TS Letkol Inf. Uyat Harahap, SIP, Presdir PT. SMGP Vaughan Hulme beserta unsur muspida, Camat Lembah Sorik Marapi, Camat Puncak Sorik Marapi, Camat Panyabungan Selatan, dan beberapa perwakilan tokoh masyarakat serta tokoh adat dan tokoh agama Kab. Mandailing Natal.

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *