Berita Madina

BPBD Mandailing Natal Keruk Sungai Untuk Antisipasi Banjir

BPBD Mandailing Natal Keruk Sungai Untuk Antisipasi BanjirPanyabungan – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara melakukan pengerukan pada Sungai Aek Rantopuran dan Aek Kitang dalam upaya meminimalisir kembali terjadinya banjir.

Kepala BPBD Mandailing Natal, Risfan Juliardi Hutasuhut, mengatakan pihaknya melakukan pengerukan terhadap kedua sungai tersebut pasca banjir yang melanda Desa Manyabar.

“Sebagai langkah awal dalam mengantisipasi kembali meluapnya air sungai kepemukiman penduduk, saat ini kita melakukan pengerukan sungai mulai dari desa Manyabar hingga desa Gunung Manaon,” katanya.

Ia mengatakan pengerukan sungai yang sudah berlangsung selama tiga hari dengan menggunakan dua alat berat itu akan berlanjut sampai waktu yang tidak ditentukan dan pihaknya juga akan membuat tanggul apalagi memang saat ini hujan sering datang.

Dalam kesempatan itu ia juga menyampaikan berdasarkan informasi yang dikeluarkan BMKG, puncah hujan akan tejadi pada bulan Januari 2017 yang akan datang, untuk itu warga yang berada disekitaran Daerah Aliran Sungai (DAS) diminta untuk tetap waspada dan berhati-hati.

“Kita mengimbau warga yang berada disekitaran DAS dan yang bermukim didaerah-daerah perbukitan agar selalu waspada terhadap bencana,” katanya.

Ia juga menjelaskan, beberapa wilayah di Mandailing Natal memang termasuk rawan banjir yang memang berada di sepanjang aliran sungai Rantopuran mulai dari Desa Sopo Batu hingga desa Gunung Manaon Kecamatan Panyabungan, Desa Tanggo Bosi hingga Muara Batang Angkola Kecamatan Siabu serta sepanjang aliran sungai Aek Mata.

Sementara daerah yang masuk rawan bencana longsor salah satunya adalah sepanjang jalan Tano Bato Kecamatan Panyabungan Selatan hingga Kecamatan Muarasoma.

Kepala Desa Manyabar, Ali Musa Nasution, mengatakan, mengingat banjir merupakan agenda tahunan yang selalu menghantui warga pada saat musim penghujan diharapkan pemerintah daerah untuk lebih serius menuntaskan permasalahan tersebut.

“Saya mengharapkan agar pembangunan penahan air di pinggiran Desa Manyabar agar secepatnya dilakukan sehingga banjir tidak kembali terulang,” katanya.

Sumber: antarasumut.com

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *