Berita Madina

Berantas Ladang Ganja di Madina, Ini Program Pangdam I/BB

Berantas Ladang Ganja di Madina Ini Program Pangdam I BB
MADINA – Upaya pemberantasan ganja di Tor Sihite Panyabungan Timur Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendapat perhatian serius dari Panglima Daerah Militer I Bukit Barisan, Mayjen TNI Lodewik Pusung. Jenderal bintang dua itu menyebut akan terus berupaya memusnahkan ladang ganja.

Hal itu disebutkan Mayjen Lodewik Pusung saat meninjau lapangan yang sedang dibangun dalam rangka persiapan latihan perang gerilya di Desa Pintu Padang Julu Kecamatan Siabu, Senin (8/8).

Pangdam mengatakan, lokasi latihan perang gerilya atau perang hutan berada di wilayah Bukit Barisan, ada sekitar tiga puluh sampai empat puluh ribu hektare luas hutan yang akan dijaga TNI dari Kodam I/BB dalam rangka latihan tersebut.

Tentu, dari cakupan luas lahan itu akan menyentuh lokasi ladang ganja yang selama ini ditemukan di Wilayah Tor Sihite Panyabungan Timur.

Pusung menjelaskan, TNI di bawah Kodam I/BB telah melakukan beberapa kali operasi pemusnahan ladang ganja di Tor Sihite, dan hasilnya sudah mencapai sekitar 88 Ha ladang telah ditemukan, dan hampir dua ton ganja kering juga berhasil dimusnahkan. “Kami sudah melakukan beberapa kali operasi pemusnahan ladang ganja, melalui latihan prajurit yang naik ke lokasi ladang ganja tersebut, hasilnya sekitar 88 Ha ladang kami temukan, kalau masih perlu operasi itu bisa kami lakukan supaya ladang ganja itu benar-benar hilang,” ungkapnya.

Mayjen Lodewik Pusung juga menyampaikan, dalam rangka menyejahterakan masyarakat di Madina khususnya warga yang selama ini bertani ganja, TNI punya program perluasan cetak sawah sekitar 500 hektare, pekerjaan perluasan cetak sawah itu nantinya dapat mempekerjakan warga yang selama ini pernah bertani ganja, sehingga mereka benar-benar mau meninggalkan pekerjaan haram itu.

“Tahun depan kami punya program perluasan cetak sawah di Madina sekitar 500 Ha, tentu kita harapkan warga yang selama ini pernah bertani ganja bisa ikut terlibat langsung dalam program cetak sawah ini, sehingga mereka benar-benar mau meninggalkan pekerjaan itu. Saya sudah koordinasi dengan Wabup Madina, Pemerintah daerah juga sangat sepakat dengan program tersebut, artinya kita berikan sama mereka kesejahteraan supaya mereka bisa sejahtera dan pada akhirnya produksi ganja hilang dari daerah ini. Kami berharap semua masyarakat dapat mendukung program tersebut,” harap Jenderal bintang dua itu.

Wakil Bupati Madina HM Ja’far Sukhairi Nasution menambahkan Pemkab Madina siap bekerja sama dengan Kodam I/BB dalam mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat, “Kita siap kerjasama dengan TNI. Ini demi masyarakat kita juga,” ujar Sukhairi. (wan)

Sumber: metrotabagsel.com

Artikel yang Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *