Berita Nasional

Beda Kondisi Depresiasi Rupiah Sekarang dan 1997

Beda Kondisi Depresiasi Rupiah Sekarang dan 1997Jakarta, 11/03/2015 Kemenkeu – Depresiasi rupiah yang saat ini tengah terjadi memiliki perbedaan kondisi jika dibandingkan dengan krisis tahun 1997-1998 dan krisis 2008-2009. Saat ini, Indonesia tengah berada di kondisi perekonomian yang lebih baik dengan indikator seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan posisi cadangan devisa yang menunjukkan peningkatan.

Namun, pemerintah memahami bahwa depresiasi ini dapat membawa dampak pada pelaksanaan APBN-P 2015, utamanya penurunan defisit. Dalam data yang dilansir dari Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, depresiasi rupiah menyebabkan penerimaan negara akan lebih tinggi dibandingkan belanja yang harus dikeluarkan. Dengan reformasi kebijakan subsidi energi yang telah dilakukan oleh pemerintah, tekanan belanja subsidi akibat pergerakan kurs akan menjadi berkurang.

Di sisi lain, kebijakan pemerintah yang lebih mengandalkan sumber pembiayaan dalam negeri serta penerapan negative net flow untuk utang luar negeri, membuat tambahan belanja pembayaran bunga utang relatif terkendali.

Saat ini, risiko eksternal yang akan terjadi dan harus dimitigasi berasal dari rencana kenaikan suku bunga The Fed. Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah antisipasi yaitu membentuk protokol managemen krisis nasional di dalam wadah FKSSK, menyiapkan implementasi Bond Stabilization Framework (BSF), membentuk beberapa currency swap line serta menyiapkan Deferred Draw Down Option (DDO).

Sumber: Kemenkeu.go.id

Artikel yang Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *