Berita Nasional

Aktivitas di Masjidil Haram Sudah Normal

Aktivitas di Masjidil Haram Sudah NormalMakkah — Aktivitas ibadah di Masjidil Haram, Makkah, sudah kembali normal pada Sabtu (12/9) pagi atau satu hari pasca musibah ambruknya crane di atas pintu Babus Salam. Ribuan jamaah melakukan tawaf dan sai sebagaimana hari-hari sebelumnya. Jamaah haji Indonesia pun tampak mendominasi seluruh area tawaf dan sai. “Ini seperti tidak ada kejadian apa-apa.

Ibadah biasa saja,” kata Sularno, seorang jamaah asal Jambi yang akan melakukan umrah, kepada MCH, Sabtu (12/9). Pantauan MCH, jamaah yang melakukan tawaf sudah membuat lingkaran berputar sampai area paling luar mataf (tempat tawaf) di lantai bawah atau lantai utama.

Sebagian jamaah melakukan shalat sunah di luar arus utama tawaf. Di area sai, jamaah bahkan tampak lebih padat. Dua lajur memanjang yang merupakan lintasan sai dari bukit shafa dan marwa dipenuhi jamaah berpakaian ihram. Sebagian jamaah menggunakan pakaian biasa yang berwarna dan bercorak tidak putih. Sebagian jamaah Indonesia menggerombol membuat kelompok-kelompok dan melakukan sai bersama-sama. Di depan pintu masuk utama sai yang menjadi lokasi musibah ambruknya crane, puluhan pekerja dari perusahaan konstruksi Bin Ladin Group bahu-membahu memperbaiki bagian bangunan yang rusak.

Area tempat korban wafat sudah dibersihkan. Area musibah diberi dinding pembatas berwarna hijau setinggi setengah meter. Puluhan jamaah mengambil gambar para pekerja yang sedang memperbaiki kerusakan bangunan. Di pintu luar Babus Salam, kendaraan crane yang terjungkir diberi pagar pembatas seng setinggi dua meter. Namun, di bagian dekat tangga masuk Babus Salam, pembatas hanya berusa tali berwarna merah-putih. Puluhan jamaah tak melewati kesempatan mengabadikan gambar crane yang terjungkir tersebut.

Kepada Daerah Kerja Makkah PPIH Arab SAudi Arsyad Hidayat akan menggelar jumpa pers pada pukul 13.00 waktu Arab Saudi mengenai perkembangan jumlah korban.“Sampai saat ini masih kita update terus datanya. Mohon sabar karena kita akan mencari kepastian terlebih dahulu agar kabar tidak simpang-siur,” ujar Arsyad. (ismail/MCH/guf)

Sumber: Kemenag.go.id

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *