Berita Madina

22 Pelajar Terjaring Razia Operasi Sayang

22 Pelajar Terjaring Razia Operasi SayangPanyabungan – Sebanyak 22 pelajar terjaring dalam razia Operasi Sayang Sat Pol PP Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang bolos saat jam pelajaran berlangsung, Kamis (21/7).

Kasat Pol PP Madina Hendra Edisa kepada wartawan menyampaikan, banyaknya laporan masyarakat terkait anak sekolah yang berkeliaran saat jam belajar berlangsung, pihkanya langsung melakukan razia.

“Dalam razia ini kita pusatkan pada titik Panyabungan kota, Panyabungan Barat dan Panyabungan Utara, sasaran kita adalah warnet karena di situ yang rame anak anak bolos sekolah,” katanya.

Kasatpun menambahkan, hasil razia yang dilakukan ada 22 pelajar terjaring, 13 di di antaranya pelajar pesantren.

“Dari razia ini ada 22 pelajar, 13 di antaranya pelajar pesantren dan langsung kita amankan ke Kantor Satpol PP untuk diberikan pembinaan baru kita serahkan ke Dinas Pendidikan Madina agar guru dan orang tuanya datang menjemputnya ke Dinas Pendidikan,” katanya.

Wakil Bupati Madina H Jakfar Sukhairi dalam arahannya terhadap pelajar yang terjaring razia, meminta agar jangan mengulangi lagi. Belajarlah dengan baik di sekolah dan jangan bolos.

“Kalian ini adalah mutiara bangsa ini, jadi rajinlah bersekolah. Kasihan orang tua kalian yang bekerja keras demi untuk mendapatkan biaya sekolah dan makan kalian, kejarlah impian kalian dengan menimba ilmu jangan hanya bolos di luar, boleh bermain tapi jangan saat jam belajar berlangsung,” katanya.

Wakil Bupati pada kesempatan itu berharap kepada Dinas Pendidikan agar memberikan pembinaan terhadap anak anak tersebut.

Sekretaris Dinas Pendidikan M Yazir Nasution yang juga hadir di lokasi mengatakan, razia ini sangat positif dan harus didukung. Ini dilakukan karena banyaknya pengaduan para orang tua murid.

“Operasi sayang yang mulai pagi tadi dilakukan sangat kami dukung, ini memang berkat pengaduan masyarakat terutama orang tua murid akan adanya beberapa pelajar yang bolos di jam belajar, mereka banyak bermain game online dibeberapa warnet saat jam2 belajar, kedepannyapun razia ini akan dilanjutkan,” katanya.

Katanya dengan adanya pelajar pesantren yang terkena razia, sesuai pantauan disdik pada pukul 13.00 WIB merekapun dijemput pihak pesantren dan pelajar ini pun terlihat dihukum membersihkan parit seputar pesantren sebagai efek jera bagi yang lain. (zamharir rangkuti)

Sumber: medanbisnisdaily.com

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *