Berita Nasional

20 Nelayan Sumut Pulang, 15 Tertahan di Malaysia

20 Nelayan Sumut Pulang, 15 Tertahan di MalaysiaKUALANAMU – 20 nelayan yang sempat ditahan di penjara Penang-Malaysia akhirnya dipulangkan ke tanah air melalui Kualanamu International Airport (KNIA), Jumat (27/5). Ke-20 nelayan asal Kabupaten Deliserdang dan Batubara ini dipulangkan, setelah difasilitasi DPD RI bekerja sama dengan Konjen RI Pulau Penang.

Ke-20 nelayan tersebut adalah Iwan, Safeei, Aji, Ramli Bin Hasan, Faisal Bin Amir Hari, Abdulgani Bin Usman, Ilham,Irwan, Ridwan, dan Andre yang kesemuanya dari Kecamatan Pantailabu. Selanjutnya, Yudha, Denni Fransiska, Amat, Baharuddin, Zainal, Azuar, Supri, Taufik, Ijum, dan Sopian berasal dari Batubara.

Tiba di KNIA, ke-20 nelayan tersebut disambut Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba, Kadis Perikanan dan Kelautan Sumut Zonny Waldi, Kasi Unit B Imigrasi KNIA Junaidi H Said serta keluarga.

“Ya, tak tahu alasan kami ditahan, yang jelas saat kami tanya melanggar tapal batas,” kata Aji, 17 tahun yang juga nelayan asal Pantailabu.

Hal yang sama juga dikemukakan Juhar, Baharuddin, dan Deni. Nelayan dari Batubara ini menuturkan mereka ditahan di Penjara Pulau Penang sejak April lalu. Zonny Waldi menuturkan apresiasi yang sama kepada DPD RI.

Menurut Zonny, karena upaya DPD para nelayan itu dengan proses cepat dapat dipulangkan ke tanah air. “Kami dari Dinas Perikanan dan Kelautan sekali lagi mengapresiasi DPD,” katanya juga mengaku malu atas pemulangan para nelayan.

“Kami sebenarnya sudah berupaya melakukan sosialisasi dengan nelayan, tapi masih saja nelayan kita ditangkap di Malaysia,” ujarnya menambahkan masih ada 15 nelayan asal Sumut yang ditahan di Malaysia.

Parlindungan Purba menyatakan prihatin akan nasib yang dialami para nelayan asal Sumut yang ditangkap di Malaysia. “Tentunya, kami sangat prihatin, dan ke depan hendaknya jangan ada lagi nelayan kita yang ditahan,” pungkasnya. (wol/aa/waspada/data2)

Sumber: waspada.co.id

Artikel yang Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *